Timur Tengah Bergejolak, Jemaah Umrah Batang Diminta Tunda Keberangkatan

Timur Tengah Bergejolak, Jemaah Umrah Batang Diminta Tunda Keberangkatan
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang memberikan arahan untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci untuk berumrah, Selasa (03/03/2026)(Foto: Sigit)

Semarang-Spektroom: Menyikapi situasi Timur Tengah yang masih memanas, akibat konflik antara Israel - Amerika Serikat dengan Iran, maka Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang memberikan arahan untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci untuk berumrah.

Hal tersebut sesuai arahan dari Wamen Haji dan Umrah RI, agar menunda keberangkatan hingga situasi dipastikan aman untuk melakukan keberangkatan ke Tanah Suci maupun Kembali ke Tanah Air.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang, Siti Mahmudah membenarkan, adanya imbauan penundaan keberangkatan ke Tanah Suci maupun sebaliknya, karena situasi saat ini belum kondusif.

Sedangkan bagi jemaah yang masih di Jeddah, diimbau untuk menunggu hingga aman kembali.

"Para jemaah umrah yang masih di sana, diharap untuk sabar menunggu, apalagi dampak konflik di Timur Tengah, membuat sejumlah bandara internasional ditutup sementara waktu," tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 3 Februari 2026.

Untuk memastikan para jemaah umrah di Jeddah aman dan nyaman, Konsulat Jenderal Republik Indonesia memberikan pelayanan berupa tempat istirahat.

"Jemaah umrah yang masih di Bandara Jeddah disiapkan tempat tidur yang nyaman, hingga situasi normal dan bisa kembali ke Tanah Air," ujarnya.

Sementara, ditemui secara terpisah, Direktur Pemasaran PT Al Jannah Wisata Internasional, Agus Setiono membernarkan, saat ini pihaknya masih melakukan penundaan bagi jemaah yang akan berumrah di pertengahan Ramadan.

Ia tak mempermasalahkan penundaan tersebut karena salah satu syarat keberangkatan umrah yakni keamanan harus terjamin terlebih dahulu.

"Sementara, jemaah umrah yang akan berangkat Ramadan ini kami tunda, bahkan untuk program Umrah Syawal pun belum bisa dipastikan keberangkatannya. Kami sudah memberikan pemahaman kepada jemaah dan insyaallah mereka memahami karena demi keselamatan bersama, terlebih pemerintah sudah menyampaikan imbaunya," ujarnya.

Sampai saat ini sebanyak 80 jemaah yang berencana umrah menunda keberangkatan ke Tanah Suci.

Kendati demikian, pengelola PT Al Jannah Wisata Internasional tetap mengupayakan untuk melakukan penjadwalan ulang.

"Alhamdulillah jemaah saya yang di sana saat ini tidak ada, hanya beberapa jemaah dari biro umrah lain yang memang mengalami penundaan untuk pulang ke Tanah Air. Semoga situasi keamanan Timur Tengah kembali normal, sehingga jemaah kami bisa segera diberangkatkan," tandasnya.

Berita terkait

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Ternate–Spektroom: Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga. Bertempat di Posko Mudik Pelabuhan Laut Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, dilakukan sosialisasi program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak serta percepatan penurunan stunting

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Jaga Marwah Pelayanan, KPK Tegaskan Pejabat Tak Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik

Jaga Marwah Pelayanan, KPK Tegaskan Pejabat Tak Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik

Jakarta - Spektroom : Menjelang Hari Raya Lebaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik atau perjalanan keluarga. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, KPK mengingatkan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk

Heriyoko