Tinggi Putus Sekolah, Masyarakat Peduli Pendidikan Solo Usulkan, Temu, Antar, Jaga

Tinggi Putus Sekolah, Masyarakat Peduli Pendidikan Solo Usulkan, Temu, Antar, Jaga
Masyarakat Peduli Pendidikan Kota Solo, Mendesak Pemerintah Kota Melakukan Aksi Nyata Memyusul Masih Tingginya Angka Putus Sekolah ( dok : Freepik )

Spektroom - Disinyalir masih tingginya anak tidak sekolah dan putus sekokah di Kota Solo, Masyarakat Peduli Pendidikan Solo - MPPS mendesak Pemerintah Kota untuk segera melakukan aksi nyata tidak hanya sebatas pendataan, guna menjamin hak pendidikan setiap anak.

Dikonfirmasi ( Senin 16/02/2026 ) terkait masih banyaknya anak tidak sekolah , Pegiat MPPS Pardoyo menjelaskan dampak dari masalah tersebut sangat luas, mulai dari penurunan kesempatan hidup hingga meningkatnya risiko eksklusi sosial.

Kondisi saat ini hampir sama terjadi tahun 2010 dimana keresahan yang akhirnya memicu lahirnya Program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS), sehingga diperlukan kebijakan yang memastikan anak kembali dan bertahan di sekolah.

Diperlukan rumusan kerangka kerja Temu, antar dan jaga guna memastikan setiap anak tuntas menempuh pendidikan

"Penanganannya memerlukan kebijakan yang memastikan anak kembali bersekolah dan bertahan di layanan pendidikan. Kami mengusulkan rumusan kerangka kerja Temu, Antar, dan Jaga untuk memastikan setiap anak tuntas menempuh pendidikannya," Jelas Pardoyo

Lebih jauh di jelaskan, usulan Skema "Temu" meliputi pemetaan operasional sebaran anak putus sekolah beserta klasifikasi hambatannya. Sementara "Antar" berkaitan dengan memfasilitasi anak agar kembali ke satuan pendidikan terdekat dari domisili dengan alur pelayanan yang jelas. Terakhir, "Jaga" merupakan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan anak tidak kembali putus sekolah di tengah jalan.

Di sisi lain Gerakan Ayo Sekolah Lagi milik Dinas Pendidikan perlu diapresiasi, hanya dibutuhkan penyederhanaan hambatan administratif agar dampak kebijakan bisa langsung dirasakan dengan harapan mampu menjangkau anak-anak yang selama ini tidak terdata secara administratif namun nyata keberadaannya ada lapangan.

Sementara itu, Koordinator MPPS, Adi C. Kristiyanto, menyatakan rekomendasi kebijakan ini telah disampaikan secara resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo.

MPPS menekankan tiga prioritas utama, yakni ketepatan data, akses belajar yang layak bagi setiap anak termasuk penyandang disabilitas, serta peningkatan mutu sekolah yang adil dan inklusif.

"MPPS mendorong pendekatan kebijakan yang menutup celah layanan, bukan sekadar menambah program. Ukurannya sederhana: semakin banyak anak kembali belajar, semakin merata mutu layanan antar sekolah, dan semakin inklusif ruang belajar di Solo," kata Adi. (Dan)

Berita terkait

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Bukittinggi-Spektroom : Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat,

Wiza Andrita, Rafles
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara masih diprediksi mengalami gelombang tinggi yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke

Nanang Adrany, Anggoro AP
Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi

Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi

Jember-Spektroom : Jejak peradaban masa lampau di Kabupaten Jember kini semakin mendapat perhatian dan perlindungan. Kubur Dolmen Duplang Kamal, salah satu peninggalan bersejarah di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Jember. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si.

Budi Sucahyono, Julianto
ссс