Tingkat Jemaah Tersesat Tinggi di Tanah Suci, KJRI Jeddah Bekali 700 Tenaga Pendukung di Makkah
Jakarta - Spektroom : Jemaah dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia kini sedang menjalankan ibadah salat Arbain (salat wajib 40 waktu berturut-turut) di Masjid Nabawi, Madinah.
Masjid Nabawi memiliki area yang terstruktur dengan jumlah pintu yang lebih sedikit dan penanda yang jelas.
Jemaah haji Indonesia umumnya tinggal di Madinah selama 8 hingga 9 hari. Kemudian melanjutkan rangkaian ibadah di Masjidil Haram, Makkah.
Masjidil Haram memiliki area yang sangat luas dengan ribuan pintu strukturnya mirip satu sama lainnya. Banyak jemaah yang masuk dari satu pintu, namun keluar dari pintu yang berbeda sehingga membingungkan arah pulang.
Berdasarkan data dan pengalaman penyelenggaraan haji, jemaah Indonesia umumnya lebih banyak tersesat atau terpisah dari rombongan di Masjidil Haram, Makkah dibandingkan di Madinah.
Kementerian Luar RI dalam keterangannya menyebutkan pada haji 2026 Konsulat Jenderal RI (KJRI ) Jeddah mendukung bimbingan teknis (Bimtek) 700 Tenaga Pendukung PPIH di Makkah. Mereka terdiri dari petugas mukimin (warga Indonesia menetap di Arab Saudi) dan mahasiswa
"Pentingnya peran tenaga pendukung khususnya dalam mendukung komunikasi dan penanganan jemaah di lapangan. “ ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, saat Bimtek di Al-Wehda Tower Hotel, kawasan Jarwal, Makkah.
Adapun tugas mereka diantaranya sebagai Jembatan Bahasa yaitu membantu menerjemahkan komunikasi antara jemaah Indonesia dengan pihak otoritas Arab Saudi, petugas hotel, atau tenaga medis
Memberikan pendampingan intensif bagi jemaah lansia dan risti (risiko tinggi), terutama dalam mobilisasi di hotel dan kawasan Markaziah.
Membantu jemaah yang tersesat atau mengalami kesulitan menemukan hotel, kamar, atau fasilitas bus selawat.
Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho, berharap melalui Bimtek pada Senin (27/4/2026) lalu diharapkan seluruh tenaga pendukung PPIH Arab Saudi dapat memberikan pelayanan yang profesional berorientasi pada kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.