TNI dan Rakyat Gotong Royong Bangun Jembatan Benteng-Pallengu, Progres Capai 99,20 Persen
Jeneponto -Spektroom : Program pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan melalui kolaborasi TNI dan masyarakat di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, hampir rampung. Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu itu kini mencapai progres 99,20 persen.
Pembangunan tersebut menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membuka akses wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau masyarakat.
Jika sebelumnya warga harus memutar jauh atau mengambil risiko ketika menyeberangi sungai, kini akses tersebut mulai berubah. Jembatan gantung yang membentang di atas aliran sungai itu segera menjadi jalur penghubung bagi warga, termasuk anak sekolah, petani, dan masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat.
“Alhamdulillah progres pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu ini sudah mencapai 99,20 persen per hari ini. Ini adalah bukti nyata bahwa program strategis Bapak Presiden Republik Indonesia melalui TNI-AD benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Bangkala,” kata Abdul Muthalib, Selasa (18/8/2026).
Menurut dia, keberhasilan pembangunan jembatan tidak hanya ditentukan oleh peran prajurit TNI. Masyarakat sekitar turut terlibat dalam proses pengerjaan sejak awal hingga tahap penyelesaian.
“Pembangunan ini merupakan wujud gotong royong antara prajurit TNI bersama masyarakat sekitar. Dari mengangkat material, merakit besi, hingga mengecat, semua dikerjakan bersama,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat, kata Abdul Muthalib, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Saat ini, personel TNI bersama masyarakat masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir. Salah satunya pemasangan tali sling penahan guncangan yang berfungsi menjaga kestabilan jembatan ketika dilintasi warga.
“Untuk tali sling penahan guncangan ini sangat vital. Fungsinya untuk meredam guncangan dan getaran saat jembatan dilintasi. Kita ingin memastikan jembatan ini tidak hanya selesai, tapi juga kokoh, stabil dan aman,” jelasnya.
Selain pemasangan sling, pembersihan kawasan sekitar jembatan juga dilakukan sebelum fasilitas tersebut dinyatakan selesai 100 persen.
Abdul Muthalib menegaskan, pembangunan jembatan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Benteng dan Pallengu. Karena itu, ia meminta warga ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun melalui kerja bersama tersebut.
“Setelah 100 persen nanti jembatan ini dijaga dan dirawat bersama. Ini bukan milik TNI saja, tapi milik masyarakat Benteng dan Pallengu,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan jembatan dapat memperlancar aktivitas masyarakat, terutama pendidikan, perekonomian dan pelayanan sosial.
“Ini adalah kado kemerdekaan dari Bapak Presiden untuk warga Jeneponto. Manfaatkan untuk sekolah, untuk ekonomi, untuk kebersamaan. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.
Pembangunan jembatan gantung Benteng-Pallengu sekaligus memperlihatkan bahwa program TNI bersama rakyat tidak berhenti pada pembangunan fisik. Gotong royong tersebut menjadi kekuatan bersama untuk membuka akses, mengurangi keterisolasian dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.