TNI Harus Jadi Benteng Kedaulatan yang Adaptif dan Solid Serta Sejahtera
Spektroom - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan, sejumlah hal, baik menyukseskan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga kesejahteraan prajurit. Menurut Maruli, Prabowo telah berpesan agar kinerja TNI AD terus ditingkatkan.
"Jadi intinya memang beliau (Presiden Prabowo) juga sudah menilai cukup baik apa yang kita (TNI AD) lakukan pada saat saat ini, saar kemarin. Beliau juga berharap terus ditingkatkan," kata Maruli usai Rapim di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu ( 11/2/2026).
Maruli menguraikan, beberapa program prioritas pemerintah yang dibahas di Rapim TNI AD, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangun jembatan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Semua program tersebut akan terus ditingkatan dan dievaluasi agar menjadi lebih baik.
"Kami meyakini masih banyak juga hal-hal yang akan menjadi program-program yang harus kita kerjakan bersama dengan didukung oleh Angkatan Darat khususnya," ujarnya.
Adapun untuk tunjangan kinerja (tukin) prajurit, menurut Maruli, tahun ini sedang berproses untuk naik."Kesejahteraan prajurit ya, ya sebetulnya yang lagi proses saya dengar Tukin akan naik ya, tapi sebetulnya kami fine-fine aja lah ya kesejahteraan prajurit," ucapnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pengarahan strategis kepada jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di Mabes TNI Jakarta Selasa (10/02)

Menhan Sjafrie menegaskan posisi vital TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menhan menekankan bahwa mulai tahun 2026, pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar dan tidak boleh lagi melihat ke belakang. Kebijakan pertahanan harus adaptif terhadap tantangan zaman, mulai dari kedaulatan ideologi, politik, hingga ekonomi.
“Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju,” tegas Menhan Sjafrie dalam arahannya.