Tokoh Perempuan Solo Dorong Pemerintah Perketat Pengawasan Daycare dan Pengasuh Anak
Surakarta – Spektroom: Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (daycare) diharapkan tidak kembali terulang karena selain membahayakan anak, juga dapat menimbulkan trauma bagi anak maupun orang tua.
Ketua Forum Perempuan Berdaya Surakarta, Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan, pemerintah melalui dinas terkait perlu memperketat pengawasan dan pengecekan terhadap daycare maupun jasa penyalur pengasuh anak demi menjamin keamanan serta tumbuh kembang anak.
“Saya rasa pemerintah memang perlu melakukan pengecekan terhadap daycare. Bisa jadi masih banyak kasus yang tidak terlihat, termasuk yang terjadi di lingkungan rumah tangga sendiri dengan pengasuh atau pembantu rumah tangga,” ungkap Febri kepada Spektroom, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap daycare saat ini semakin tinggi, terutama karena banyak perempuan harus membagi peran antara bekerja, berkegiatan, dan mengasuh anak. Namun demikian, daycare tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat penitipan anak semata, melainkan harus menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, aman, dan penuh kasih sayang.
“Anak bukan hanya butuh makan atau dijaga secara fisik, tetapi juga membutuhkan pelukan, kasih sayang, perhatian, dan transfer energi positif. Daycare harus memahami karakter dan kebutuhan emosional anak,” tegasnya.
Ia mencontohkan, di sejumlah negara maju layanan penitipan anak memiliki standar pengawasan yang ketat karena menyangkut masa depan anak-anak. Bahkan terdapat keterlibatan tenaga profesional seperti psikolog maupun dokter untuk memastikan kualitas pengasuhan.
Karena itu, Febri meminta pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin usaha yang berkaitan dengan pengasuhan anak.
“Pemerintah harus hati-hati memberikan izin usaha daycare karena ini menyangkut masa depan anak-anak dan hajat hidup banyak orang. Jangan hanya sekadar mudah memberikan izin,” katanya.
Selain pengawasan perizinan, untuk inspeksi mendadak (sidak) terhadap daycare maupun lembaga pendidikan anak usia dini juga sangat diperlukan untuk memastikan kualitas pengasuhan dan keamanan anak.
“Menurut saya sidak sangat perlu, apalagi setelah muncul kasus kekerasan di daycare Yogya itu, masyarakat jadi khawatir,” ucapnya.
Disisi lain para pengelola daycare maupun jasa penyalur pengasuh anak, juga harus lebih selektif dalam merekrut tenaga pengasuh. Menurutnya, pekerjaan mengasuh anak membutuhkan empati, kepedulian, dan passion sehingga tidak bisa dilakukan sekadar untuk mencari penghasilan.
“Mereka harus sadar bahwa yang diasuh adalah anak orang lain yang masa depannya harus dijaga,” pungkas Febri. (Ciptati Handayani)