Tol Probolinggo – Banyuwangi, Ruas Gending - Besuki Dipercepat Konstruksinya
Spektroom - Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi, Ruas Gending hingga Besuki diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh antar wilayah pada sektor logistik, Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum bersama Jasamarga tengah menuntaskan pembangunan Tol Probolinggo – Banyuwangi mulai dari Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer.
Penyelesaian pembangunan jalan tol dari Probolinggo hingga Besuki ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan konektivitas yang merata hingga wilayah timur Pulau Jawa.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kehadiran jalan tol dibutuhkan untuk mempercepat distribusi barang dan jasa, meningkatkan efisiensi serta menurunkan biaya transportasi. “Karena diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar wilayah sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru,” kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Diharapkan, dengan selesainya pembangunan ruas tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari arah Probolinggo menuju Besuki yang semula sekitar 1 jam 15 menit menjadi 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.

Secara keseluruhan, jalan tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki panjang 175,46 km terbagi menjadi dua tahap pembangunan. Tahap 1 yang menghubungkan Probolinggo-Besuki sepanjang 49,68 km, dan Tahap 2 menghubungkan Besuki-Banyuwangi sepanjang 126,10 km. Penyelesaian jalan tol ini nantinya dapat memangkas waktu tempuh Probolinggo sampai dengan Banyuwangi yang semula 5 jam melalui jalan arteri menjadi hanya 2 jam.
Untuk Tahap 1 secara keseluruhan progres pembebasan lahan sudah di atas 99%, sehingga pekerjaan konstruksi jalan tol dapat segera selesai dengan target tuntas pada kuartal 4 tahun 2025.
Tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan ruas pamungkas dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa untuk meningkatkan konektivitas serta mempermudah mobilitas orang, barang dan jasa.
Kehadiran Tol Probolinggo-Banyuwangi tidak hanya memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan industri di wilayah Ujung Timur Pulau Jawa meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi yang dikenal dengan kawasan Tapal Kuda.