Toleransi Bersemi di Pontianak dan Singkawang, Imlek dan Ramadan Hadir Hampir Bersamaan

Toleransi Bersemi di Pontianak dan Singkawang, Imlek dan Ramadan Hadir Hampir Bersamaan
Suasana pernak pernik Lampion dan ketupat yg menghiasi ruas jalan di Ponegiro Pontianak. Foto: Apolo/Spektroom

Spektroom - Suasana toleransi dan harmoni antarumat beragama kian terasa di Kalimantan Barat. Menjelang perayaan Hari Raya Imlek dan bulan suci Ramadan yang hanya berjarak sekitar dua pekan, wajah Kota Pontianak dan Singkawang berubah semarak dengan simbol-simbol budaya dan keagamaan yang berdampingan.

Dalam Pantauan Spektroom di Pontianak, nuansa keberagaman itu tampak jelas melalui pernak-pernik hiasan yang terpasang di sejumlah titik strategis. Lampion merah khas Imlek berdampingan dengan ornamen ketupat sebagai simbol Ramadan. Hiasan tersebut terlihat menghiasi jalan-jalan utama, pertokoan, kantor swasta, perbankan, hingga kelenteng.

Salah satu titik yang mencuri perhatian berada di sepanjang Jalan diponegoro, Pontianak. Di ruas jalan tersebut, lampion dan ketupat bergelantungan sejajar, membentang rapi dan menghiasi penjuru kota.

Pemandangan ini menciptakan atmosfer semarak sekaligus menjadi simbol kuat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Tak hanya dari sisi visual kota, semangat persatuan juga tercermin dalam persiapan atraksi budaya.

Komunitas Naga Borneo Nusantara menyiapkan penampilan khusus dengan mengusung konsep Naga Merah Putih Nusantara untuk menyambut rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026.

Inilah Tampilan Naga Borneo saat latihan . Masyarakat antusias menyaksikan suasana latihan. Foto : Dik Pan Naga borneo

Sekretaris Naga Borneo Nusantara, Willy, ditemui di pusat Latihan Senin (09/02/2026) mengatakan konsep tersebut dipilih sebagai representasi persatuan bangsa yang berpijak pada keberagaman budaya Nusantara. Warna merah putih dihadirkan sebagai simbol kebangsaan yang dipadukan dengan tradisi naga liong khas Imlek.

“Naga yang kami tampilkan berwarna merah putih sebagai identitas kebangsaan. Ini kami padukan dengan tradisi Imlek dan Cap Go Meh sebagai simbol persatuan,” ujar Willy.

Ia menjelaskan, naga yang akan ditampilkan memiliki panjang sekitar 52 meter dan dimainkan oleh sekitar 120 orang, termasuk pemain dan panitia. Latihan intensif telah dilakukan, dengan sesi latihan ketiga menjadi latihan terakhir menjelang hari pelaksanaan.

“Fokus latihan terakhir ini untuk mematangkan atraksi dan kekompakan pemain agar penampilan maksimal,” katanya.

Hingga saat ini, persiapan disebut telah mencapai sekitar 70 persen dan terus disempurnakan.

Sementara itu, di Kota Singkawang, pemerintah daerah juga mempercepat persiapan pelaksanaan Imlek Cap Go Meh dan Ramadan Fair 2026 yang akan berlangsung hampir bersamaan.

Wako Singkawang Tjhai Chui Mie berpose di jalan utama Singkawang yg di penuhi pernak pernik suasana Imlek. Foto : Dok Pemkot Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyebut persiapan secara umum telah mencapai 80 persen.

“Kita tinggal sekitar 10 hari. Seluruh penataan harus selesai paling lambat H-1 sebelum Ramadan,” tegasnya saat memimpin rapat pemantapan bersama panitia.

Ia membuka peluang penambahan tenaga kerja dan penerapan sistem kerja bergilir demi memastikan seluruh persiapan rampung tepat waktu.

Pemerintah Kota Singkawang berharap momentum unik ini tidak hanya memperkuat toleransi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan memperkuat identitas kota sebagai ruang hidup yang rukun dalam keberagaman.

Berita terkait