TP PKK Provinsi Sumbar Nilai TP PKK Nagari Sungai Duo dalam Lomba Gerak PKK dan Dasawisma Berprestasi 2026

TP PKK Provinsi Sumbar Nilai TP PKK Nagari Sungai Duo dalam Lomba Gerak PKK dan Dasawisma Berprestasi 2026
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya Ny. Hj. Rafnelly Rafki Marlon. (Foto: Diskominfo DR)

Dharmasraya–Spektroom : Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat melakukan penilaian terhadap TP PKK Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, dalam ajang Lomba Gerak PKK dan Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar 2026, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan penilaian tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Deslinur, bersama Sekretaris Ny. Mutmaryeni. Penilaian ini menjadi bagian dari evaluasi tahunan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mengukur keberhasilan pemberdayaan keluarga hingga tingkat dasawisma.

Kedatangan tim penilai disambut oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya Ny. Hj. Rafnelly Rafki Marlon, Plh Asisten I Setda Dharmasraya A. Yani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Asril, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Alfiandri, serta Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Hasto Kuncoro.

Turut hadir pula para camat dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya, termasuk Wali Nagari Sungai Duo Ali Amran bersama Ketua TP PKK Nagari Sungai Duo Ny. Wiza Ali Amran selaku tuan rumah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya, Ny. Hj. Rafnelly Rafki Marlon, mengapresiasi dedikasi kader PKK Nagari Sungai Duo yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai program inovatif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, gerakan PKK telah menjadi salah satu motor penggerak pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat nagari.

“Kami berharap TP PKK Dharmasraya, TP PKK dan Dasawisma Nagari Sungai Duo dapat memperoleh penilaian terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Dharmasraya di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Nagari Sungai Duo, Ny. Wiza Ali Amran, memaparkan sejumlah program unggulan yang dijalankan oleh masing-masing kelompok kerja (Pokja).

Pada bidang sekretariat, TP PKK Nagari Sungai Duo menghadirkan inovasi Sekolah Kader PKK SMART sebagai wadah pembinaan kader yang mandiri dan profesional. Selain itu terdapat program SI KARTUN DUO, media edukasi berbasis animasi untuk penyampaian informasi kepada masyarakat, serta SRIKANDI PKK, sistem digital pelayanan administrasi dan informasi PKK.

Di bidang Pokja I, TP PKK Sungai Duo menghadirkan program MANJA (Manasik Haji Remaja) guna membentuk karakter religius generasi muda. Selain itu ada KATANABA (Kampung Tangguh Anti Narkoba) sebagai upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.

Untuk Pokja II, inovasi yang dikembangkan antara lain Toko PKK Sungai Duo dan WARKOMIK sebagai pusat pemasaran hasil usaha UP2K serta ekonomi kreatif warga. Terdapat pula Rumah DILAN CANTIK, wadah pelatihan membatik bagi masyarakat dan generasi muda.

Pada Pokja III, TP PKK Sungai Duo menjalankan program PUSACO yang fokus pada pemanfaatan hasil pertanian dan perkebunan keluarga. Kemudian ada WARUNG MPOK RISA melalui konsep arisan sayur guna memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta SIPOSA RAMAH BAROKA yang bergerak dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat.

Sementara pada Pokja IV, sejumlah program kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama, di antaranya SELARAS PHBS untuk mendorong pola hidup bersih dan sehat, POP S sebagai gerakan pencegahan stunting, FBI PITIH CANGOK untuk terapi berhenti merokok, serta CERIA CKG melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Selain melakukan penilaian administrasi, tim TP PKK Provinsi Sumbar juga melakukan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan program, kegiatan dasawisma, hingga inovasi unggulan yang dijalankan TP PKK Nagari Sungai Duo bersama masyarakat.

Penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kader PKK di Kabupaten Dharmasraya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, inovasi, serta pemberdayaan keluarga menuju masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera. (Ris1)

Berita terkait

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

Jakarta-Spektroom : Ancaman keamanan saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ia bisa tumbuh perlahan melalui ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, hingga paparan informasi yang terus berulang dan memengaruhi cara berpikir seseorang. Perubahan pola ancaman tersebut menjadi benang merah dalam buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di

Eva Moenandar, Rafles