TPID Provinsi Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual dari Ruang Command Center

TPID Provinsi Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual dari Ruang Command Center
TPID Provinsi Lampung mengkuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Lampung Kompleks Kantor Gubernur Lampung. (Foto Spektroom).

Bandarlampung -Spektroom: Tim Pengendalian Invlasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekubang Liza Derni bersama anggota Forkopimda sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Lampung, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 dan Penandatanganan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Senin (15/6/2026).

TPID Provinsi Lampung mengikutnya secara Virtual dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, kompleks kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung. Sementara Rakor itu sendiri berlangsung di Graha Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat, dipimpin Mendagri Tito Karnavian.

Sebelum membahas Inflasi, Rakor didahului dengan Penandatanganan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan dilanjutkan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar LPP TVRI sebagai pemegang hak siar.

Dalam pengantarnya M. Tito Karnavian menyampaikan, Piala Dunia yang sudah mulai sejak 11 Juni 2026 merupakan piala dunia terbesar dalam sejarah. Karena diikuti oleh 48 negara yang sebelumnya hanya 32 negara saja.

"Piala dunia 2026, berlangsung dari tanggal 11 Juni sampai dengan 19 Juli. Jadi cukup panjang, untuk penyelenggaranya ini pertama kali diselenggarakan di tiga negara yaitu, Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada, isitemewa juga karena yang memperoleh hak siar hak siar adalah TVRI, TV pemerintah" ujar Mendagri.

audio-thumbnail
Tito Nobar Piala Dunia
0:00
/183.75

Gelaran Piala Dunia ini, momentum bagi bagi pemerintah untuk bisa menyajikan hiburan yang sehat bagi masyarakat. Karena kalau bicara bola, banyak peminatnya dan salah satu olahraga yang paling banyak, peminatnya, itu adalah sepak bola.

"Mumpung ada momentum yang lagi menyentuh perhatian dunia. Nah yang kedua, ini lebih penting, inilah momentum juga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Membuat sistem ekonomi menjadi begerak. Caranya gimana? Gelar nonton bareng. Kalau ada nonton bareng, otomatis masyarakat kumpul, disitu akan ada UMKM-nya, baik kuliner maupun aksesoris piala dunia, seperti bendera tim, Konveksi dengan gambar negara peserta." urai Tito Karnavian.

Senada dengan Mendagri, Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari menilai Piala Dunia 2026 yang disiarkan oleh TVRI dapat menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakatnya.

Tubagus Fiki Chikara Satari - Dirut LPP TVRI (Foto Capture YouTube Kemendagri).

Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola diyakini mampu menciptakan berbagai peluang usaha dan mendorong perputaran ekonomi.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi turut membuka peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatannya. Nilai ekonomi dari nobar ini diproyeksikan akan memberikan dampak bagi daerah, ” ujar Fiki.

Melalui siaran Piala Dunia FIFA 2026, TVRI berupaya menghadirkan tayangan olahraga kelas dunia yang dapat dinikmati masyarakat secara luas melalui layanan penyiaran publik. Kegiatan nobar di daerah diharapkan dapat menjadi ruang hiburan, kebersamaan, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

“TVRI berkomitmen menghadirkan pengalaman menonton Piala Dunia yang inklusif bagi masyarakat di berbagai daerah. Ini menjadi peluang untuk menghidupkan ruang kebersamaan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” lanjut Fiki.

TVRI memandang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat peran lembaga penyiaran publik dalam menghadirkan tontonan berkualitas bagi masyarakat.

Melalui tayangan turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu, TVRI berharap dapat menjangkau audiens yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Sebagai official broadcaster, TVRI menghadirkan siaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport, sekaligus mendorong program Bola Gembira sebagai ruang kebersamaan masyarakat dalam menikmati pesta sepak bola dunia.(@Ng).

Berita terkait

927 Tim Pendamping Keluarga Ikuti Apel Siaga, Jeneponto Luncurkan GESIT Data Presisi untuk Percepat Penurunan Stunting

927 Tim Pendamping Keluarga Ikuti Apel Siaga, Jeneponto Luncurkan GESIT Data Presisi untuk Percepat Penurunan Stunting

Jeneponto- Spektroom : Rintik hujan yang mengguyur sejak pagi tidak mengurangi semangat ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari berbagai wilayah Kabupaten Jeneponto untuk menghadiri Apel Siaga dan Kick Off Implementasi GESIT Data Presisi (Gerakan Sistemik Integrasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting), yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Jeneponto, Senin (15/

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Wali Kota Riyanda Putra Buka Sawahlunto Berzikir 2026, Perkuat Semangat Hijrah dan Pembangunan Berlandaskan Nilai Keagamaan

Wali Kota Riyanda Putra Buka Sawahlunto Berzikir 2026, Perkuat Semangat Hijrah dan Pembangunan Berlandaskan Nilai Keagamaan

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar kegiatan Sawahlunto Berzikir 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat hijrah tersebut menjadi wadah memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong

Riswan Idris, Rafles
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Pasbar Yulianto Minta Warga Beri Data Secara Terbuka

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Pasbar Yulianto Minta Warga Beri Data Secara Terbuka

Pasbar-Spektroom : Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Pasaman Barat resmi dimulai. Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang akurat, jujur, dan terbuka guna mendukung tersedianya data ekonomi berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah dan nasional. Ajakan itu disampaikan Yulianto saat memimpin Apel

Rafles