Transaksi Saham Meningkat, OJK Ajak Masyarakat Lebih Bijak

Per Januari 2026 nilai transaksi saham di Jawa Tengah tumbuh sekitar 259 hingga 269 persen dibanding periode sebelumnya.

Transaksi Saham Meningkat, OJK Ajak Masyarakat Lebih Bijak
Kepala OJK Jateng-DIY, Hidayat Prabowo, dalam media breafing Kamis (9/4/2026). Foto : Karindra

Semarang-Spektroom : Aktivitas transaksi saham di Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi sinyal positif tumbuhnya minat masyarakat terhadap investasi di sektor pasar modal.

Kepala OJK Jateng-DIY, Hidayat Prabowo menyebut, lonjakan tersebut terlihat dari nilai transaksi yang meningkat tajam hingga awal 2026. Selain itu, jumlah investor juga terus bertambah dengan dominasi generasi muda.

“Minat investasi masyarakat Jawa Tengah terus meningkat dan ini menjadi tren positif bagi penguatan sektor keuangan,” ujarnya, dalam media breafing, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, per Januari 2026 nilai transaksi saham di Jawa Tengah tumbuh sekitar 259 hingga 269 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan Single Investor Identification (SID) juga mencapai 105,29 persen.

Dari jumlah tersebut, investor muda mendominasi dengan porsi mencapai 63,98 persen atau sekitar 2,16 juta investor. Hal ini menunjukkan semakin tingginya ketertarikan generasi muda terhadap instrumen investasi.

Namun demikian, ia mengingatkan peningkatan transaksi harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Tanpa literasi keuangan yang baik, risiko kerugian tetap mengintai di balik peluang keuntungan.

“Literasi yang baik akan menghasilkan keputusan keuangan yang lebih bijak dan berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, reksa dana menjadi salah satu instrumen yang relatif mudah diakses, khususnya bagi investor pemula. Produk seperti reksa dana pasar uang dinilai memiliki risiko yang lebih terukur.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan literasi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya aktif berinvestasi, tetapi juga memahami risiko dan strategi yang tepat.

“Kami mendorong agar inklusi keuangan diikuti literasi sehingga tercipta ekosistem keuangan yang sehat,” tegasnya.

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan terus memperluas edukasi keuangan melalui berbagai program. Sasaran edukasi mencakup pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.

Kegiatan edukasi dilakukan secara langsung maupun melalui platform digital agar menjangkau lebih luas. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap investasi.

“Melalui kolaborasi, edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Dengan demikian, investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang matang dan bertanggung jawab.

“Literasi melahirkan keyakinan, keyakinan menuntun keputusan bijak, dan keputusan bijak membawa masa depan keuangan yang lebih baik,” pungkasnya.(kar)

Berita terkait

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendorong produktivitas pangan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk

Nurana Diah Dhayanti
Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam. Dua rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Jumiran dan Rahma Geni Saputra. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya Selasa pagi (21/4/2026), Wali Kota

Riswan Idris, Buang Supeno