Wali Kota Sawahlunto Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026, 77 Petugas Mulai Pendataan Lapangan
Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto di Terminal Kota Sawahlunto, Kamis (18/6/2026).
Apel tersebut menandai dimulainya pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kota Sawahlunto.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPS Kota Sawahlunto Arieswaty, serta puluhan petugas sensus yang akan diterjunkan ke lapangan dalam beberapa waktu ke depan.
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Sawahlunto melibatkan sebanyak 77 petugas, yang terdiri atas 10 orang Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 67 orang Petugas Pendataan Lapangan (PPL). Mereka akan melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh wilayah kota guna menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan terpercaya.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa keberhasilan sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan upaya bersama untuk menghadirkan gambaran nyata kondisi ekonomi masyarakat. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan di masa depan,” ujar Riyanda dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas yang bertugas di lapangan.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Sawahlunto Arieswaty menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda statistik nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam. Kegiatan ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk memotret struktur dan perkembangan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mencakup berbagai tahapan, mulai dari persiapan, pendataan lapangan, pemeriksaan dan validasi data, pengolahan data, hingga publikasi hasil. Seluruh proses dilakukan sesuai standar statistik nasional guna menjamin kualitas data yang dihasilkan.
BPS juga memastikan bahwa seluruh informasi yang diberikan responden akan dijaga kerahasiaannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan dimanfaatkan untuk tujuan perpajakan maupun kepentingan lainnya.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi basis penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif. Data tersebut juga akan memberikan gambaran mengenai jumlah dan persebaran unit usaha berdasarkan lapangan usaha, skala usaha, serta wilayah operasional.
Selain itu, informasi yang diperoleh melalui sensus akan mendukung berbagai program strategis pemerintah, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing perekonomian daerah dan nasional.
Dengan dimulainya pendataan lapangan di Kota Sawahlunto, pemerintah daerah berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas yang mampu menjadi pijakan kuat bagi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Ris1)