TTIC Sumbar Masih Kekurangan Mobil Pangan Keliling

TTIC Sumbar Masih Kekurangan Mobil Pangan Keliling
Mobil TTIC Sumbar saat berjualan di area car free day, Kota Padang (Foto: Dinas Pangan Sumbar)

Spektroom - Dinas Pangan Sumatera Barat (Sumbar) masih kekurangan mobil operasional keliling yang berfungsi menjual komoditas pangan murah ke permukiman warga.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana mengatakan, terdapat tujuh unit mobil keliling yang dioperasionalkan Dinas Pangan melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC). Iqbal merinci, tiga dari tujuh mobil dimaksud dibeli menggunakan dana APBD. Lalu dua lainnya bantuan dari Badan Pangan Nasional, dua sisanya hibah dari Bank Indonesia.

Namun secara ideal masih dibutuhkan 13 unit mobil lagi untuk bisa memperluas jangkauan dan frekuensi penjualan komoditas pangan murah ke permukiman warga dalam rangka meredam kenaikan harga pangan. "Idealnya kami punya 20 unit mobil keliling. Kalau itu terpenuhi, kami bisa melayani 19 kabupaten/kota, ditambah untuk operasional di tingkat provinsi," ujarnya di Padang, Sabtu (4/10/2025).

Namun, Iqbal mengaku, tahun ini tidak memungkinkan ada penambahan mobil keliling untuk TTIC.

"Kami sedang efisiensi, sehingga secara fiskal tidak memungkinkan untuk penambahan mobil. Kami menunggu kalau ada tambahan dari Badan Pangan Nasional," tuturnya. Sejak Januari hingga September 2025, mobil keliling dari TTIC sudah melakukan 720 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kemudian GPM ke kabupaten/kota sesuai permintaan telah dilaksanakan sebanyak 46 kali.

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru