Ubinan Padi Silungkang Jadi Basis Hitung Produksi Sawahlunto, Produktivitas Tembus 7,64 Ton per Hektare

Ubinan Padi Silungkang Jadi Basis Hitung Produksi Sawahlunto, Produktivitas Tembus 7,64 Ton per Hektare
Ubinan Padi Silungkang Jadi Basis Hitung Produksi Sawahlunto, Produktivitas Tembus 7,64 Ton per Hektare (design foto Riswan/Spektroom)

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat basis data produksi pangan melalui pengukuran produktivitas padi di tingkat lapangan.

Pengambilan sampel ubinan dilakukan DKP3 Kota Sawahlunto melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Silungkang dan Mitra BPS Kota Sawahlunto, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan berlangsung di segmen Kerangka Sampling Area (KSA) Kelompok Tani Selaju Jaya, Desa Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang.

Menurut Kadis KP3, Heni Purwaningsih, ubinan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperkirakan produktivitas tanaman padi dengan mengambil sampel pada luasan tertentu. Data tersebut menjadi bagian dari bahan statistik pertanian yang digunakan untuk memperkirakan produksi padi.

"Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil dua titik sampel dengan ukuran masing-masing 2,5 × 2,5 meter. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan produktivitas pada kedua titik" ujarnya kepada Spektroom, Jumat (18/9/2026).

Pada titik sampel pertama, gabah yang diperoleh memiliki berat 3,32 kilogram. Jika dikonversikan, angka tersebut setara dengan produktivitas sekitar 5,312 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Sementara itu, titik sampel kedua menghasilkan 4,78 kilogram gabah. Angka tersebut setara dengan produktivitas sekitar 7,648 ton GKP per hektare.

Perbedaan hasil kedua titik tersebut menurut Heni, menunjukkan pentingnya pengambilan beberapa sampel dalam pengukuran produktivitas. Kondisi tanaman, keseragaman lahan, varietas, maupun karakteristik lokasi dapat memengaruhi hasil panen pada masing-masing titik.

Data ubinan tersebut belum menjadi angka produksi final Kota Sawahlunto. Hasil lapangan selanjutnya akan direkapitulasi dan diintegrasikan dalam perhitungan angka hasil ubinan Sub Round III, yakni periode September hingga Desember 2026.

Data produktivitas kemudian menjadi salah satu komponen dalam memperkirakan produksi padi dengan memperhitungkan luas panen.

"Secara sederhana, estimasi produksi diperoleh melalui pengolahan data produktivitas dengan luas panen yang tercatat pada wilayah bersangkutan. Karena itu, akurasi pengukuran di lapangan menjadi penting agar angka produksi yang dihasilkan tidak semata-mata berdasarkan perkiraan administratif." ujar Heni.

Ia menambahkan, kegiatan ubinan juga memiliki arti lebih luas dalam penyediaan data pertanian daerah. Bagi pemerintah daerah, data produktivitas dan luas panen menjadi salah satu dasar untuk membaca kondisi produksi pangan serta menyusun kebijakan sektor pertanian.

Di tengah kebutuhan menjaga ketahanan pangan daerah, data yang terukur diperlukan untuk mengetahui apakah produksi padi bergerak meningkat, stagnan, atau mengalami penurunan.

Keterlibatan DKP3, BPP, dan Mitra BPS dalam kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan fungsi teknis pertanian dengan kebutuhan statistik resmi. (Ris1)

Berita terkait

Bengkalis Siap Menjadi Bagian Masa Depan Kemaritiman Indonesia,Bupati Resmi Menutup Kegiatan KKI 2026

Bengkalis Siap Menjadi Bagian Masa Depan Kemaritiman Indonesia,Bupati Resmi Menutup Kegiatan KKI 2026

Bengkalis-Spektroom : Kontes Kapal Indonesia (KKI) Tahun 2026 resmi berakhir di Kabupaten Bengkalis. Namun, semangat yang lahir dari ajang kompetisi teknologi kemaritiman itu diharapkan tidak ikut berhenti. Justru dari Bengkalis, para generasi muda Indonesia didorong untuk terus melahirkan inovasi yang mampu memperkuat masa depan maritim bangsa. Pesan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis

Salman Nurmin, Rafles
BMH Maluku Utara Sosialisasikan Gerai dan Unit Layanan Zakat, Perkuat Jaringan dan Kolaborasi

BMH Maluku Utara Sosialisasikan Gerai dan Unit Layanan Zakat, Perkuat Jaringan dan Kolaborasi

Ternate-Spektroom : Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara terus memperkuat jaringan layanan zakat dan membangun kolaborasi untuk memperluas manfaat kebaikan di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Gerai dan Unit Layanan Zakat LAZNAS BMH Maluku Utara yang digelar di Ternate, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru