UGM Kenalkan Varietas Padi Gamagora di Gunungsari Madiun
Madiun-Spektroom : Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta memperkenalkan varietas padi unggul bernama Gamagora. Pada panen raya padi varietas Gamagora di desa Gunungsari kecamatan Madiun Jumat (10/7/2026),
Pembantu Rektor III UGM, DR. Arie Sujito menerangkan, padi Gamagora lahir dari sebuah penelitian panjang, jenis padi tersebut bisa hidup di lahan tadah hujan maupun lahan basah (sawah). Selain itu, jenis padi tersebut memiliki tinggi sekitar 1,05 meter sehingga tidak rawan roboh jika dihempas hujan dan angin kencang.
Menurut Arie, varietas padi Gamagora yang dilaunching tahun 2023 lalu itu telah diujicoba budidayanya di berbagai wilayah di Indonesia antara lain di Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Papua.
" Kalau di Indonesia, sudah menjangkau sejumlah provinsi. Kebetulan UGM difasilitasi oleh teman-teman yang KKN yang tersebar di 32 provinsi dan ada beberapa daerah yang bekerjasama dengan Kagama", katanya.
Pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi hasil dari ujicoba itu. Di hadapan para petani di Madiun, Arie berharap para petani menyampaikan testimoni kelebihan dan kekurangan varietas padi Gamagora. Dengan begitu, ke depan Fakultas Pertanian UGM bisa menghasilkan bibit padi berkualitas unggul.
Diharapkan, pemerintah kabupaten maupun provinsi juga bisa memberikan dukungan kepada para petani. Dengan ketersediaan lahan dan bibit padi berkualitas yang bisa memberikan hasil bagus, kata Arie, akan mendorong generasi muda menggeluti sektor pertanian.
Sementara itu, menurut Kepala PIAT Fakultas Pertanian UGM, Alan Soffan, SP., M.Sc. varietas Gamagora rata-rata bisa menghasilkan 7,95 ton gabah per hektar. Dan apabila varietas padi tersebut dibudidayakan secara baik bisa berpotensi menghasilkan 9,80 ton per hektar. Menurut Alan, gamagora relatif tahan terhadap serangan hama.
"Gamagora memiliki ketahanan terhadap wereng coklat, penyakit hawar daun, bakteri maupun penyakit blast", kata Alan. Selain itu, umur gamagora lebih pendek dibanding varietas yang lain, yaitu sekitar 104 hari.