UIN KHAS Jember Lepas Tim Sosialisasi PMB 2026, Target 3.300 Mahasiswa Baru

UIN KHAS Jember Lepas Tim Sosialisasi PMB 2026, Target 3.300 Mahasiswa Baru
Rektor UIN KHAS foto bersama Tim Sosialisasi PMB 2026. (Foto: Budi/Spektroom)

Spektroom - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember secara resmi melepas Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1, pada Selasa (3/2/2026). Acara pelepasan Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026 diresmikan langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penentuan masa depan institusi. “Fase ini sebagai tahap “eksekusi”, bukan lagi perencanaan,” jelasnya.

Menurut Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., seluruh tim harus bergerak eksploratif, terbuka, dan disiplin menjalankan strategi yang telah disusun. “Ini adalah fase paling menentukan. Kita sedang berada pada situasi kompetitif, di mana hasil kerja lapangan akan terlihat langsung dalam angka,” ungkap Prof. Hepni. Rektor menekankan pentingnya target yang realistis namun dikejar dengan kesungguhan kolektif.

Target Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 dipatok pada kisaran 3.300 mahasiswa, dengan harapan capaian riil tetap optimal dan berkelanjutan. Rektor juga mengingatkan agar strategi sosialisasi dilakukan secara terukur, adaptif, dan berbasis data. Tim di lapangan diminta mampu membaca konteks wilayah, memilih pendekatan yang tepat, serta melakukan improvisasi sesuai realitas. “Bukan sekadar bergerak, tetapi bergerak dengan pola,” tegasnya. Dalam analoginya, Prof. Hepni menggambarkan strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) seperti medan pertandingan yang menuntut kecermatan memilih taktik. Ada saatnya bekerja cepat dan masif, namun ada pula kondisi yang menuntut presisi dan ketepatan sasaran. Kunci utamanya adalah komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi yang berkelanjutan. Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru,(PMB) 2026 telah dilakukan secara lebih sistematis dan matang. Tim sosialisasi dibagi ke dalam sejumlah wilayah strategis, mulai dari Jember dan sekitarnya hingga luar Jawa, termasuk Bali. Menurutnya, sosialisasi telah dimulai sejak akhir Januari dan menyasar berbagai satuan pendidikan, pesantren, serta forum pendidikan. Setiap wilayah ditangani oleh tim khusus dengan penanggung jawab dan koordinator yang jelas, guna memastikan efektivitas gerak dan akuntabilitas hasil. Prof. Khusna Amal menambahkan, seluruh sivitas akademika didorong terlibat aktif dalam sosialisasi, baik melalui kunjungan langsung, media digital, maupun jejaring alumni. Keterlibatan tersebut akan dimonitor sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan institusi. “Penerimaan mahasiswa baru adalah tanggung jawab kolektif. Naik-turunnya jumlah mahasiswa baru mencerminkan kerja kita bersama,” ungkapnya. Dengan pelepasan ini, Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN KHAS Jember 2026 diharapkan segera “turun gunung” ke wilayah masing-masing, menyapa sekolah dan madrasah, serta memperkenalkan keunggulan akademik dan nilai keislaman UIN KHAS Jember kepada masyarakat luas. (Budi S)

Berita terkait

BREAKING NEWS Kapolda Kalbar: Anak Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Sudah Beraktivitas Normal

BREAKING NEWS Kapolda Kalbar: Anak Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Sudah Beraktivitas Normal

Spektroom - Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memastikan anak yang diduga terlibat dalam pelemparan bom molotov di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, berada dalam kondisi baik dan telah kembali menjalani aktivitas normal. Pipit mengatakan, kepolisian telah melakukan pendalaman terkait latar belakang peristiwa tersebut. Dari

Apolonius welly, Rafles