UIN Palangka Raya Dipercaya BI Garap Riset Kebanksentralan, Satu-satunya di Kalteng
Palangka Raya-Spektroom : UIN Palangka Raya menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan Tengah yang dipercaya menerima program penelitian kebanksentralan dari Bank Indonesia. Penunjukan ini mencerminkan pengakuan atas kapasitas akademik kampus tersebut dalam pengembangan keilmuan ekonomi.
Info prestasi ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, (31/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan dalam Ruang Huma Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara BI dan perguruan tinggi mitra di daerah.
FGD menghadirkan pimpinan kampus untuk membahas perkembangan program sekaligus menyelaraskan implementasi kegiatan kebanksentralan di lingkungan akademik. Dalam forum itu, UIN Palangka Raya dinilai memenuhi kriteria sebagai perguruan tinggi unggul, sehingga dipercaya mengelola program riset kebanksentralan.
Dr. M. Ali Sibram Malisi, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Palangka Raya menyambut positif kepercayaan tersebut.
“Program ini sangat strategis dalam meningkatkan literasi kebanksentralan di kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat pengembangan keilmuan, khususnya di bidang ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, adanya program penelitian dari Bank Indonesia diharapkan mampu mendorong kontribusi akademisi dalam menghasilkan kajian yang relevan dengan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi daerah.

Pada 2025, program BI masih berfokus pada satu pilar berupa beasiswa. Namun pada 2026, program tersebut diperluas menjadi tiga pilar utama, yakni peningkatan literasi kebanksentralan, bantuan pendidikan kebanksentralan, serta bantuan penelitian kebanksentralan.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan FGD ini akan berujung pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi mitra yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 . Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam pengembangan riset dan literasi ekonomi di daerah. (Polin Metta)