KAI Daop 5 Purwokerto Selamatkan Ratusan Barang Penumpang Selama Lebaran, Mayoritas Sudah Kembali ke Pemilik

KAI Daop 5 Purwokerto Selamatkan Ratusan Barang Penumpang Selama Lebaran, Mayoritas Sudah Kembali ke Pemilik
Petugas JAI Daop 5 sedang menyerahkan barang temuannya milik pelanggan yang tertinggal. (Foto: Humas Daop 5 Pwt).

Purwokerto–Spektroom:
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mencatat ratusan barang milik pelanggan tertinggal selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Menariknya, sebagian besar barang tersebut berhasil diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found.

Selama periode 11 hingga 31 Maret 2026, Daop 5 Purwokerto mencatat sebanyak 336 barang tertinggal di area stasiun maupun di dalam kereta api. Total nilai barang yang diamankan diperkirakan mencapai lebih dari Rp110 juta.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan barang yang ditemukan cukup beragam. Mulai dari barang berharga seperti ponsel, dompet, dan tas, hingga dokumen penting milik pelanggan.

“Seluruh barang yang ditemukan langsung dicatat dalam sistem Lost and Found KAI dan diamankan oleh petugas. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah berhasil kami kembalikan kepada pemiliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah barang tertinggal tidak lepas dari padatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran. Dalam periode yang sama, KAI Daop 5 Purwokerto melayani total 959.963 pelanggan, terdiri dari 453.941 penumpang berangkat dan 506.022 penumpang tiba.

Menurut As’ad, layanan Lost and Found menjadi bagian penting dari komitmen KAI dalam menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan pelanggan, terutama di masa dengan intensitas perjalanan tinggi seperti Lebaran.

Selain pengamanan barang, KAI juga rutin mengingatkan penumpang melalui petugas announcer agar selalu memperhatikan barang bawaan, baik saat berada di stasiun maupun di dalam kereta.

Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, laporan dapat disampaikan kepada kondektur, petugas stasiun, maupun melalui Contact Center KAI 121, baik melalui telepon maupun WhatsApp.

Adapun layanan Lost and Found di wilayah Daop 5 Purwokerto tersedia di sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Cilacap.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk optimalisasi layanan Lost and Found, agar pelanggan merasa lebih aman dan nyaman selama menggunakan kereta api,” tutup As’ad.

Berita terkait

Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Bandarlampung - Spektroom: Sejak berdiri pada 23 September 1965, Universitas Lampung (Unila) telah menempuh perjalanan panjang, dari perguruan tinggi yang lahir dari cita-cita masyarakat Lampung, menjadi universitas yang terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian, tata kelola, serta kontribusinya di tingkat daerah nasional maupun di internasional. Angka 61, bukan sekedar angka

Anggoro AP
Kepala Dinas Damkar Kota Ambon Ingatkan Bahaya Kebakaran di Kemarau Panjang

Kepala Dinas Damkar Kota Ambon Ingatkan Bahaya Kebakaran di Kemarau Panjang

Ambon-Spektroom: Kepala Dinas Damkar Kota Ambon,Alfredo Hehamahua  ingatkan Bahaya Kebakaran di musim kemarau panjang. Hal itu dikatakan saat terjadi pohon tumbang  di ruas jalan depan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Selasa (22/9) pagi. Pohon tersebut dilaporkan terbakar bagian dalam batangnya sehingga tumbang. Laporan mengenai kejadian itu

Eva Moenandar, Nurana Diah Dhayanti
Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Makassar- Spektroom : Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus menjadi instrumen yang mampu memastikan aset hasil tindak pidana, khususnya korupsi, benar-benar kembali kepada negara. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (FEB UMI) yang juga Asisten Direktur II Pascasarjana UMI Makassar. Menurut

Yahya Patta, Buang Supeno
ссс