UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI
Palangka Raya-Spektroom : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Pendanaan Riset Kolaboratif menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat ekosistem riset dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir menyampaikan bahwa UIN Palangka Raya terus menunjukkan perkembangan akademik yang signifikan, ditandai dengan hadirnya lima program studi baru.
“Kami bersyukur atas perkembangan yang dicapai UIN Palangka Raya. Selain hadirnya lima program studi baru, dua tim kami juga berhasil lolos pendanaan riset BIB unggulan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Lima program studi baru tersebut yakni S1 Statistika, S1 Biologi, S1 Matematika, S1 Pendidikan Informatika, dan S2 IPA. Menurut Rektor, capaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas akademik dan daya saing kampus di bidang pendidikan dan riset.
Kepala Puspenma Kemenag RI, Dr. Ruchman Basori menjelaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong investasi pengembangan SDM melalui berbagai program unggulan, termasuk Program Riset Indonesia Bangkit hasil kerja sama Kementerian Agama dan LPDP.
“Seluruh Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit diharapkan mampu menghasilkan riset yang berdampak langsung kepada masyarakat, menjawab tema prioritas nasional, memperkuat ekosistem dan kolaborasi riset, serta meningkatkan kualitas luaran riset yang bermutu,” ungkapnya.
Selain pendanaan riset, Puspenma juga menjalankan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), capacity building non degree, serta kolaborasi multisektor dalam pengembangan pendidikan dan riset.

Dr. Ruchman turut memaparkan tahapan seleksi BIB mulai dari seleksi administrasi, asesmen kapasitas akademik dan psikologis, hingga wawancara. Adapun tema riset yang mendapatkan dukungan pendanaan mencakup sains dan teknologi, kesehatan dan farmasi, sosial humaniora, ekonomi kreatif, pelayanan keagamaan, pendidikan dan bahasa, hingga studi agama. (Polin)