UKMF Wisma Gita UNEJ Harumkan Nama Almamater, Borong Juara di Dua Kompetisi Regional dan Nasional

UKMF Wisma Gita UNEJ Harumkan Nama Almamater, Borong Juara di Dua Kompetisi Regional dan Nasional
Penampilan memukau dari Tim tari Wisma Gita Unit Kesenian Mahasiswa Fakultas (UKMF) Universitas Jember (UNEJ). (foto: humas unej)

Spektroom - Tim tari kebanggaan Kampus Universitas Jember (UNEJ) dari Unit Kesenian Mahasiswa Fakultas (UKMF), Wisma Gita, sukses menyabet gelar juara di dua ajang bergengsi sekaligus, yakni Juara 1 pada Festival Bogasari 2026 dan Juara 2 dalam ajang iForte National Dance Competition (NDC) 2026.

Keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim dan mentalitas kompetitif yang mumpuni dari setiap anggota. Semangat juang yang tinggi serta konsistensi dalam berlatih menjadi bahan bakar utama bagi UKMF Wisma Gita untuk terus bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional, membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa UNEJ mampu berbicara banyak di panggung seni tari Indonesia.

Mahasiswa UKMF Wisma Gita UNEJ, Juara 1 pada Festival Bogasari 2026. (foto: humas unej)

“Dorongan internal tim yang sangat kuat, kekompakan, rasa saling percaya, serta semangat kebersamaan setiap anggota menjadi alasan utama kami untuk berani berpartisipasi dan memberikan usaha terbaik dalam setiap proses perlombaan,” ungkap Selsa Adissa Varen selaku koordinator bidang tari, Kamis (5/2/2026).

Selsa menjelaskan konsep tari yang dibawakan oleh UKMF Wisma Gita saat berkompetisi, “Konsep unik yang kami bawa yaitu terletak pada penggabungan tari tradisional dan modern, sehingga konsep ini menjadi pembeda dengan kompetitor lain. Kami juga mempersiapkan hal lainnya seperti perkuat kolaborasi internal dan persiapan mental yang harus tetap tenang di panggung,” imbuhnya.

Mahasiswa UKMF Wisma Gita UNEJ, Juara 2 iForte National Dance Competition 2026. (foto: humas unej)

Dalam penampilannya, mereka mengusung konsep kontemporer-tradisional yang memadukan pakem gerak tari klasik yang sarat makna dengan sentuhan koreografi modern yang dinamis dan energik. Harmonisasi ini tidak hanya menciptakan suguhan visual yang segar bagi juri dan penonton, tetapi juga menunjukkan bahwa akar budaya lokal dapat tetap relevan dan tampil memukau di tengah perkembangan zaman.

Keberhasilan yang diperoleh ini tidak diraih dengan instan, terdapat usaha dan pengorbanan yang telah mereka lalui. Namun di balik usaha tersebut pengorbanan tim mendapatkan buah hasil yang membanggakan. Kunci keberhasilan menurut Selsa yaitu kekompakan tim dari segi latihan yang disiplin, evaluasi rutin setiap anggota hingga mengetahui strategi penilaian dari juri.

“Selalu latihan yang konsisten, selalu evaluasi, koordinasi tim yang kuat, di sesi latihan tim harus mendalami wirasa, wiraga, dan wirama. Sebelum perlombaan kami juga harus mengetahui dan memahami kriteria penilaian dari juri, kemudian sesuaikan dengan tarian yang akan dibawakan, dan tidak lupa berdoa,” pungkas Selsa.

Prestasi yang telah diraih pada 14 Januari 2026 ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para anggota penerus generasi UKMF Wisma Gita, serta memberikan contoh yang baik kepada UKM lainnya di Universitas Jember bahwa kekompakan tim sangat mempengaruhi kualitas dari tim itu sendiri. (*)

Berita terkait

Perkuat Infrastruktur Irigasi,Bupati Jeneponto buka musrembang tematik pengairan tahun 2026

Perkuat Infrastruktur Irigasi,Bupati Jeneponto buka musrembang tematik pengairan tahun 2026

Jeneponto-Spektroom: Bupati Jeneponto Paris Yasir mengatakan langkah memperkuat infrastruktur irigasi adalah memiliki peran yang strategis. Ujar Bupati saat secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Bidang Pengairan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Kamis ( 5/3/2026.) Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa sektor pengairan

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti