UMI Makassar dan DEN RI Laksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional
Makasar-Spektroom : Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bersama Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melaksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional di Kampus Pascasarjana Urip Sumoharjo, Rabu (16/9/2026). Diskusi dan Dialog diikuti Dosen dan Mahasiswa UMI Makassar berlangsung dengan thema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan Transisi Energi Nasional".
Pembicara masing- masing Dr.Ir.Sripeni Inten Cahyani, MM.,IPM,Asean Eng dan Dr.Unggul Priyanto M.Sc, keduanya Anggota Pemangku kepentingan Dewan Energi Nasional dan Ir Hj Setyawati Yani Ph.D.,IPM.Asean Eng dari UMI Makassar.
Dr.Ir. Sripeni Inten Cahyani dalam materinya tentang Kebijakan Energi dan Cadangan Penyangga Energi mengungkapkan, subsidi energi yang digelontorkan pemerintah cukup besar yaitu lebih dari 300 trilyun rupiah, meski diakui banyak kebocoran karena adanya disparitas harga komoditas, manakala pemerintah menginginkan bantuan tepat sasaran.
Dicontohkan banyak LGP yang harusnya untuk masyarakat kurang mampu namun digunakan oleh pengusaha.
Sementara itu Dr.Unggul Priyanto mengulas Peluang dan Tantangan Riset dan Teknologi Program Dekarbonisasi. Menurutnya, dimasa lalu pembiayaan dekarbonisasi bersumber dari dana APBN, namun saat ini dapat bersumber dari APBD termasuk bantuan internasional.
Tentang sasaran dekarbonisasi pada tahun 2030 terkait dengan penguatan transmisi energi dan hilirisasi sumber daya energi.
Ir.Hj Setyawati Yani Ph.D.,IPM.,Asean Eng dari UMI Makassar mengulas Peran dan Kontribusi UMI dalam riset dan penyediaan SDM Bidang Energi.
Menurutnya arah kebijakan UMI yaitu mengembangkan inovasi efisiensi energi berkelanjutan melalui UMI Conection dengan arah kebijakan strategis melalui komitmen nyata mendukung kebijakan Energi Nasional.
Diakui adanya flatform UMI Conection mencakup ecosistem digital terpadu yang menjadi pusat inovasi penghematan dan efisiensi transparan dengan sasaran integrasi data digital terpusat serta tata kelola energi ramah lingkungan.