Festival Pangan Lokal Pulau Kelapa, Merawat Warisan Kuliner Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi
Jakarta-Spektroom : Aroma aneka pangan olahan dan jajanan tradisional mewarnai Lapangan Sepak Bola Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (16/9/2026).
Di tempat itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Komunitas Orang Pulo menggelar Festival Pangan Lokal.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan beragam makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali pangan lokal sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat kepulauan.
Sekretaris Camat Kepulauan Seribu Utara, Supriyadi, mengatakan festival tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, mengolah, sekaligus melestarikan berbagai bahan pangan yang selama ini dekat dengan kehidupan warga.
"Festival ini menjadi wadah untuk mengenalkan pangan lokal sebagai bagian dari budaya masyarakat sekaligus mendorong kreativitas dan potensi ekonomi warga," ujarnya.
Menurut Supriyadi, pengenalan pangan lokal juga penting dilakukan kepada generasi muda. Melalui kegiatan yang dikemas secara menarik, anak-anak dapat mengetahui bahan pangan yang tumbuh dan dikonsumsi masyarakat Kepulauan Seribu.
"Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sejak dini agar anak-anak semakin mengenal pangan lokal di wilayah kepulauan," terangnya.
Festival semakin semarak dengan berbagai kegiatan, di antaranya pertunjukan seni tari dan pencak silat, demonstrasi memasak bolu kukus berbahan sukun, serta lomba kreasi olahan pisang, ubi, jagung, dan singkong.
Bazar jajanan tradisional turut menjadi daya tarik.
Produk pangan olahan masyarakat diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari upaya memperluas promosi sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Tidak hanya soal kuliner, festival juga menghadirkan talkshow bertajuk "Pangan Lokal sebagai Warisan Budaya dan Kekuatan Ekonomi Rakyat" bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan DKI Jakarta, Desse Yussubrasta.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan pangan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan. Supriyadi berharap festival tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan pangan lokal.
"Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah. Mereka pun sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara," imbuhnya.
Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Utara, Sahdan, menyambut baik penyelenggaraan Festival Pangan Lokal di Pulau Kelapa. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi untuk menjadi sarana promosi produk masyarakat kepada wisatawan.
"Festival ini tidak hanya mempererat silaturahmi warga, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi pangan lokal kepada wisatawan," ucapnya.
Ia, berharap semakin dikenalnya pangan khas Kepulauan Seribu dapat membuka ruang pengembangan usaha masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.
"Kami ingin potensi pangan lokal juga bisa semakin dikenal wisatawan. Sehingga, dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat," tandasnya.