Universitas Jember Luluskan Doktor Pertama di Bidang Bioteknologi

Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika berhasil membuktikan adanya infeksi double dan triple virus mosaik pada tanaman tebu di perkebunan Jawa Timur.

Universitas Jember Luluskan Doktor Pertama di Bidang Bioteknologi
Dr. Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek, (tengah) berfoto bersama rekan dan keluarga setelah mengikuti ujian disertasi Program Doktor Bioteknologi Universitas Jember. (foto: humas unej)

Spektroom - Dr. Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek menjadi lulusan pertama Program Doktor Bioteknologi di Universitas Jember (UNEJ). Keberhasilan doctor Intan berawal dari pengamatan rendahnya produktivitas tebu nasional yang berdampak langsung pada ketahanan gula Indonesia, yang kemudian menjadi pijakan riset doktoralnya. Berangkat dari tantangan tersebut, Intan melakukan riset doktoral dan berkembang menjadi penelitian mendalam yang mengungkap kompleksitas infeksi virus mosaik pada tanaman tebu di Jawa Timur.

Melalui riset yang dijalaninya selama 3,5 tahun, Intan, berhasil membuktikan bahwa penyakit mosaik pada tebu tidak selalu disebabkan oleh satu jenis virus. Penelitiannya menunjukkan adanya infeksi ganda hingga triple virus mosaik, sebuah temuan yang menjadi laporan pertama di Indonesia dan menjelaskan mengapa upaya pengendalian selama ini kerap belum memberikan hasil optimal.

“Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika berhasil membuktikan adanya infeksi double dan triple virus mosaik pada tanaman tebu di perkebunan Jawa Timur. Temuan ini penting karena membuka pemahaman baru tentang kompleksitas penyakit mosaik dan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menanganinya.” ungkap Intan, sebagaimana dilansir dari laman Universitas Jember, Kamis (28/1/2026).

Dr. Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek, saat memaparkan disertasi dalam Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember. (foto: humas unej)

Dalam disertasinya, Intan mengidentifikasi keberadaan _Sugarcane Mosaic Virus_ (SCMV), _Sugarcane Streak Mosaic Virus_ (SCSMV), dan _Sorghum Mosaic Virus_ (SrMV) pada sejumlah varietas tebu yang ditanam di empat lokasi berbeda di Jawa Timur. Dari 61 sampel yang dianalisis secara molekuler, sebagian besar terkonfirmasi terinfeksi SCMV dan SCSMV, bahkan ditemukan tanaman dengan infeksi ganda dan triple virus yang memperparah penurunan fungsi fotosintesis.

Berangkat dari temuan tersebut, riset ini tidak berhenti pada pemetaan masalah. Intan juga mengembangkan antibodi poliklonal berbasis protein rekombinan yang mampu mendeteksi virus mosaik secara sensitif dan spesifik melalui metode imunoblotting, _Immuno-Capture RT-PCR_, dan ELISA. Inovasi ini membuka peluang deteksi dini penyakit mosaik di lapangan, sehingga petani dapat mengambil langkah pencegahan lebih cepat.

Di sisi lain, sebagai solusi jangka panjang, penelitian Intan juga mengarah pada pengembangan ketahanan genetik tanaman. Melalui pendekatan RNA interference (RNAi), Intan berhasil mengonstruksi plasmid RNAi untuk gen _coat protein_ SCMV dan SCSMV sebagai dasar pengembangan tanaman tebu dengan ketahanan ganda terhadap virus mosaik. Varietas tebu NX-04 yang rentan terhadap virus mosaik telah berhasil diperbanyak dan digunakan sebagai eksplan dalam tahap awal transformasi genetik.

Di balik capaian riset tersebut, perjalanan akademik Intan tidak selalu berjalan mulus. Tantangan manajemen waktu, tuntutan kualitas data penelitian, hingga proses eksperimen yang panjang menjadi bagian dari dinamika studi doktoralnya.

“Penelitian ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Ada banyak tahapan yang harus diulang agar hasilnya benar-benar valid,” tuturnya. Di tengah proses tersebut, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama yang membuatnya tetap bertahan. “Keluarga selalu mendukung melalui doa dan semangat agar saya tetap berkomitmen menyelesaikan studi ini.”

Keberhasilan menyelesaikan studi doktoral, disertai capaian publikasi ilmiah, menjadikan Intan sebagai tonggak penting dalam pengembangan Program Doktor Bioteknologi UNEJ. Ia berharap riset bioteknologi dapat terus dikembangkan sebagai solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan pertanian dan ketahanan pangan nasional. (*)

Berita terkait

Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kemenag Kota Ternate Mewati, bersama tim kepegawaian melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ternate, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari itu dirangkaikan dengan sosialisasi pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk  Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) ke-VI tahun 2026 menurut rencana akan dilaksanakan tanggal 9 September 2026 di Kota Tanjungpinang sebagai Tuan Rumah. Berbagai persiapan sudah dilakukan panitia penyelenggaraan olahraga empat tahunan ini termasuk sudah diluncurkannya Maskot Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 yang diberi nama “Hang Bilang”. Guna

Desmawati, Rafles
Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Padang-Spektroom : Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, memimpin langsung apel kesiapan kontingen Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di Lapangan Apel Markas Besar Polda Sumbar, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan personel guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran situasi wilayah, khususnya dalam

Wiza Andrita, Rafles