Trending

Nawal Yasin Dorong Guru PAUD Tanamkan Keteladanan Tokoh NU

Nawal Yasin Dorong Guru PAUD Tanamkan Keteladanan Tokoh NU
Nawal saat menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (19/6/2026)(Foto: Diskomdigi/ Sigit)

Semarang_Spektroom: Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong para guru PAUD untuk menanamkan keteladanan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kepada anak-anak sejak usia dini, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

Hal itu disampaikan Nawal saat menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin bertema “Aku Bangga Meneladani Tokoh NU”, yang digelar Ikatan Guru PAUD (IGPAUD) NU Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (19/6/2026).

Pengenalan tokoh NU tidak cukup sebatas mengenalkan nama atau sosoknya, tetapi juga harus diikuti dengan upaya menanamkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para ulama kepada generasi penerus.

Nawal menilai, masih banyak keluarga yang memasang foto para ulama dan tokoh NU di rumah, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, KH Maimoen Zubair, maupun tokoh-tokoh lain.

Namun, lanjutnya, pengenalan keteladanan tokoh-tokoh tersebut belum sepenuhnya disampaikan kepada anak-anak. Padahal, nilai-nilai yang diwariskan dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Lebih lanjut Nawal mengatakan, guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mentransformasikan nilai-nilai luhur tokoh NU kepada anak-anak. Melalui proses pendidikan sejak usia dini, anak-anak dapat belajar meneladani karakter para ulama yang dikenal berilmu, berakhlak, dan mengabdikan hidupnya untuk masyarakat.

“Kita harus mampu mentransformasikan nilai-nilai kepada anak-anak, bagaimana karakter dari tokoh-tokoh NU sehingga mereka bisa meniru karakter dan meneladaninya,” ucapnya.

Menurut Nawal, tantangan saat ini adalah masih banyak orang yang memiliki pengetahuan tinggi, tetapi tidak dibarengi dengan perilaku yang baik. Karena itu, pendidikan karakter perlu diperkuat, seperti harapan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, sehingga anak-anak memahami jika ilmu dan amal harus berjalan beriringan.

“Mereka (ulama NU) mencontohkan kepada kita hidupnya itu dihabiskan dengan ilmu. Tapi bukan hanya berhenti kepada ilmu, tapi ilmunya ini diamalkan,” bebernya.

Selain ilmu dan amal, Nawal juga menekankan pentingnya meneladani akhlak para tokoh NU, yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Nilai tabaruk atau mengharap keberkahan, menjadi bagian dari tradisi yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para ulama.

Nawal berharap, PAUD tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter dan akhlakul karimah. Karenanya, kecintaan terhadap mengaji, pesantren, dan tradisi keislaman perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi fondasi kuat bagi kehidupan anak di masa depan.

“Anak-anak itu harus mulai diajari mengaji, diajari untuk cinta pesantren, terus digiring untuk dia mau menjadikan bahwa pondasi pendidikannya disertai dengan akhlakul karimah,” tandasnya.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP