UNSOED dan BRI Perkuat Kepemimpinan Desa melalui Inaugurasi Desa BRILian 2026
Purwokerto-Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Inaugurasi Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 sebagai penutup rangkaian Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut mengangkat tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan."
Program ini merupakan kolaborasi Unsoed melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan BRI dalam memperkuat kapasitas desa melalui pengembangan kepemimpinan, tata kelola, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.
Ketua LPPM Unsoed, Prof. Elly Tugiyanti, mengatakan Program Desa BRILian menjadi bukti sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Menurutnya, Unsoed berkomitmen memberikan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan hasil riset agar desa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan tata kelola yang baik dan pemberdayaan masyarakat.
"Kolaborasi bersama BRI diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendampingi pembangunan desa melalui implementasi tridarma perguruan tinggi. Ia menilai transformasi desa hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
Inaugurasi juga menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. H. Tabrani, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas desa agar mampu menghadapi tantangan pembangunan di era digital.
Menurutnya, pembangunan desa harus berorientasi pada peningkatan daya saing ekonomi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan.
Senada dengan itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kementerian Desa dan PDT, Bito Wikantosa, menyampaikan bahwa konsep Desa 5.0 harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, sementara teknologi menjadi sarana untuk meningkatkan pelayanan publik, produktivitas ekonomi, dan partisipasi masyarakat.
Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 diikuti 545 desa dari berbagai provinsi di Indonesia. Selama program berlangsung, peserta memperoleh pelatihan mengenai tata kelola pemerintahan desa, pengembangan BUMDes, kepemimpinan transformatif, digitalisasi layanan publik, literasi keuangan, hingga penyusunan rencana pembangunan desa berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan diumumkan 50 Desa BRILian Terbaik Batch 1 Tahun 2026. Sebanyak 25 desa terbaik akan memperoleh pendampingan lanjutan dari BRI dan Unsoed untuk memperkuat tata kelola, kelembagaan ekonomi, digitalisasi layanan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan desa yang berkelanjutan.