Unsoed Dukung Uji Coba Insentif Cerdas Pengelolaan Sampah Plastik di Banyumas
Banyumas-Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Pusat Biodiversitas dan Maritim, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), berpartisipasi dalam Kick-Off Uji Coba Skema Insentif Cerdas di Kabupaten Banyumas, Selasa (21/7/2026).
Program yang digagas SNV Indonesia melalui Proyek SOLUSI (Integrated Land and Seascape Solutions for Indonesia) ini menjadi langkah awal penerapan pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi digital dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, dibuka Kepala Bapperida Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan bersama Project Manager SOLUSI–IKI SNV Audrie J. Simanjuntak.
Pada kesempatan itu juga diluncurkan dashboard digital untuk memantau pengelolaan sampah plastik di tingkat komunitas sekaligus mengaktifkan pengelolaan Bank Sampah Jitu Desa Tambaknegara.
Unsoed mengirimkan tim yang terdiri atas Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech., Firda Haifa Fadhilah, S.T., M.T., serta empat mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan akademik dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis data, inovasi digital, dan partisipasi masyarakat.
Dr. Riyanti mengatakan, program tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Menurutnya, sampah plastik yang tidak tertangani dengan baik di wilayah daratan berpotensi terbawa aliran sungai hingga ke muara, pesisir, bahkan laut.
"Penguatan pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah, pencatatan digital, dan aktivasi komunitas menjadi langkah penting untuk mengurangi pencemaran lingkungan perairan," ujarnya.
Ia menambahkan, DAS Serayu merupakan kawasan yang menghubungkan aktivitas masyarakat di daratan dengan ekosistem sungai hingga pesisir. Melalui skema insentif cerdas, masyarakat didorong lebih aktif memilah dan mengelola sampah plastik sejak dari rumah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih sekaligus mengurangi sampah plastik yang berakhir di badan sungai.
Setelah peluncuran dashboard digital, peserta mengikuti demonstrasi sistem pencatatan digital yang diterapkan Bank Sampah Jitu Tambaknegara. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat proses pemilahan, penimbangan, hingga pengelolaan sampah plastik secara langsung.
Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, organisasi masyarakat, komunitas, sektor swasta, hingga perguruan tinggi.
Melalui kolaborasi tersebut, Unsoed menegaskan komitmennya mendukung inovasi pengelolaan lingkungan berbasis riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan di Banyumas.