Unsoed Uji Empat Produk Inovasi Berbasis Komoditas Unggulan
Purwokerto–Spektroom : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mendorong hilirisasi hasil riset melalui pengembangan produk pangan berbasis komoditas lokal.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Uji Produk Pangan Fungsional Berbasis Komnoditas Lokal Unggulan di Oemah Daun, Purwokerto Selatan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan diinisiasi Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) LPPM Unsoed itu menjadi agenda tahunan memperkenalkan hasil penelitian kepada masyarakat, pelaku usaha, dan calon mitra industri sebagai bagian dari proses hilirisasi serta komersialisasi inovasi.
Koordinator Puskor IHSP LPPM Unsoed, Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si., mengatakan pengembangan inovasi pangan dilakukan dengan mengacu pada kebutuhan masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, riset yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan agar menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan empat produk inovasi, yaitu beras analog mocaf, sereal mocaf, selai durian, dan strudel durian.
Produk-produk tersebut memanfaatkan singkong dan durian sebagai bahan baku utama yang diolah menjadi pangan fungsional bernilai tambah.
Mewakili Ketua LPPM Unsoed, Sekretaris LPPM Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unsoed dalam mempercepat pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan oleh masyarakat maupun dunia industri.
Ia menambahkan, inovasi pangan berbasis komoditas lokal sejalan dengan visi Unsoed dalam mengembangkan potensi sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.
Selain itu, program tersebut memperkuat kolaborasi dengan mitra, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Seluruh produk yang diperkenalkan dikembangkan melalui pendanaan riset BLU Unsoed dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selanjutnya, produk tersebut akan dihilirisasikan bersama sejumlah mitra industri, antara lain PT HDN Jakarta, PT Wijaya Food Banyumas, UD Usaha Mandiri Banjarnegara, dan UD Cahaya Bulan Banyumas.
Uji produk diikuti 125 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, PKK, Dharma Wanita, BUMDes, mahasiswa Unsoed, hingga perwakilan LPPM AMIKOM Purwokerto.
Melalui uji organoleptik, peserta memberikan penilaian terhadap cita rasa, tekstur, aroma, dan tingkat penerimaan produk.
Salah seorang peserta, Suryati, pelaku UMKM dari Kecamatan Cilongok, Banyumas, mengaku pendampingan tim peneliti Unsoed telah membuka peluang usaha baru di desanya. Warga, kini terlibat dalam proses produksi hingga pengemasan sehingga mampu menambah pendapatan masyarakat.
Unsoed berharap inovasi berbasis komoditas lokal ini, dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional melalui hilirisasi hasil riset yang berdampak.