MES Kalsel Apresiasi Digelarnya SYAFIF Goes to Banjarmasin 2026

MES Kalsel Apresiasi Digelarnya  SYAFIF Goes to Banjarmasin 2026
H. Mairijani, M.Ag Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan.

Banjarmasin-Spektroom : Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin 2026.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan H. Mairijani, M.Ag mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat dan strategis bagi Banua kita.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi ekonomi syariah yang beragam, mulai dari sektor perdagangan, pelaku UMKM yang tangguh, industri halal yang terus tumbuh, hingga jaringan pondok pesantren yang mengakar kuat di masyarakat.

Namun, potensi besar ini tidak akan maksimal tanpa didukung oleh tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang memadai.

"Dengan kegiatan ini dapat mendekatkan produk, layanan, dan edukasi keuangan syariah langsung ke jantung aktivitas Masyarakat Banjarmasin," kata Mairijani, Minggu (5/7/2026)

Ditegaskannya, MES Kalsel berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, KDEKS, Pelaku Industri, serta Akademisi demi memperluas akses keuangan syariah.

Sementara SYAFIF 2026 yang diselenggarakan oleh OJK di Duta Mall Banjarmasin pada 4–5 Juli 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pameran, edukasi, seminar, workshop UMKM, serta kolaborasi berbagai Lembaga Keuangan Syariah.

Ketua Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kalsel, yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM Banjarmasin Dr Ahmad Yunani mengatakan, Banjarmasin dipilih sebagai Kota Pembuka rangkaian Nasional karena memiliki potensi ekonomi syariah yang besar.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan ini berhasil menarik lebih dari 13.000 pengunjung dan menghasilkan lebih dari 10.000 pembukaan rekening syariah. Menurut Yunani dalam Perspektif Budaya Banjar , yang manakah Budaya Banjar dikenal dengan nilai religius, gotong royong (gawi sabumi), kejujuran, dan semangat berdagang. Filosofi Masyarakat Banjar "haram manyarah, waja sampai kaputing" menunjukkan semangat kerja keras dan keteguhan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat sejak lama banyak berkembang melalui perdagangan dan usaha kecil.

Karakter tersebut menjadikan keuangan syariah sangat selaras dengan budaya Banjar, karena transaksi bebas riba, sistem bagi hasil yang adil, prinsip transparansi dan kejujuran, kepedulian sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Karena itu, ungkap Yunani, peningkatan inklusi keuangan syariah di Kalimantan Selatan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga penguatan nilai budaya dan religius masyarakat. "Prospek Ke Depan sehubungan dengan Prospek ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan sangat menjanjikan apabila didukung seluruh Pemangku Kepentingan" ungkapnya lagi.

Disebutkan Yunani, peluang yang dapat dikembangkan antara lain pembiayaan UMKM halal, pengembangan industri halal (kuliner, fesyen muslim, kosmetik, dan pariwisata halal), digitalisasi layanan keuangan syariah, penguatan ekosistem zakat dan wakaf produktif serta peningkatan investasi syariah bagi Generasi Muda. "Dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan budaya religius yang kuat, Kalimantan Selatan berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi syariah di kawasan Kalimantan," tegas Yunani.

Berita terkait

Kodim 0723 Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kepada Anggota Pramuka SMAN I Polanharjo Klaten

Kodim 0723 Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kepada Anggota Pramuka SMAN I Polanharjo Klaten

Klaten- Spektroom:Sebagai upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, serta memiliki disiplin tinggi, Bintara Tinggi Pembinaan Perlawanan Wilayah (Bati Wanwil) Staf Teritorial Kodim 0723/Klaten, Peltu Sugito memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada 60 siswa SMA Negeri 1 Polanharjo dalam kegiatan Korps

Asmari, Anggoro AP