Trending

Asap Tipis di Tepi Rel, Ancaman yang Kerap Tak Disadari bagi Keselamatan Kereta Api

Asap Tipis di Tepi Rel, Ancaman yang Kerap Tak Disadari bagi Keselamatan Kereta Api
Asap hasil pembakaran jerami atau sampah dapat mengurangi jarak pandang masinis ketika mengoperasikan kereta api. (Foto : Humas KAI Daop 5).

Purwokerto – Spektroom :
Musim kemarau menghadirkan pemandangan yang akrab di pedesaan. Hamparan sawah menguning usai panen, tumpukan jerami mengering di pematang, lalu perlahan dibakar untuk membersihkan lahan.

Bagi sebagian petani, cara ini dianggap praktis. Namun, di kawasan yang berdekatan dengan jalur kereta api, kepulan asap tipis tersebut ternyata dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan perjalanan kereta.

Di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, sebagian besar lintasan kereta membelah areal persawahan dan perbukitan. Saat musim kemarau tiba, jerami kering dan semak-semak yang mudah terbakar meningkatkan risiko munculnya asap maupun kebakaran di sekitar rel.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, menjelaskan bahwa asap hasil pembakaran jerami atau sampah dapat mengurangi jarak pandang masinis ketika mengoperasikan kereta api.

Kondisi tersebut membuat masinis lebih sulit mengamati situasi lintas dan mengambil keputusan secara cepat apabila terjadi sesuatu di depan perjalanan kereta.

Tak hanya itu, panas dari api juga berpotensi merusak berbagai perangkat penting di sepanjang jalur, mulai dari sistem persinyalan, kabel komunikasi, hingga instalasi pendukung operasional. Jika peralatan tersebut terganggu, keandalan perjalanan kereta pun ikut terancam.

Karena itu, selama musim kemarau KAI Daop 5 Purwokerto meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran. Sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel juga terus dilakukan agar semakin banyak warga memahami risiko yang ditimbulkan dari pembakaran di dekat lintasan kereta.

KAI mengingatkan bahwa aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp15 juta.

Bagi KAI, menjaga keselamatan perjalanan kereta bukan hanya tugas petugas di lapangan, melainkan tanggung jawab bersama.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat kebakaran, kepulan asap, atau kondisi lain yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Langkah sederhana itu dapat menjadi penentu keselamatan ribuan penumpang yang melintas setiap harinya.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles