UNUKASE Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Kalsel H. Rudy Ariffin, Rektor : Banua Kehilangan Tokoh Panutan dan Sahabat Ulama
Banjar-Kalsel-Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya H. Rudy Ariffin, mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di RS Amanah Banjarmasin.
Almarhum meninggal dunia dalam usia 73 tahun. Kepergian H. Rudy Ariffin menjadi kabar duka bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Sosok yang pernah memimpin Banua selama dua periode tersebut dikenal sebagai birokrat, pemimpin daerah, serta tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan para ulama dan masyarakat.
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya salah satu tokoh besar Kalimantan Selatan.
“Kita merasa sangat kehilangan seorang tokoh panutan dan birokrat daerah. Sangat banyak prestasi pembangunan yang telah beliau persembahkan untuk Banua. Pak Rudy dikenang sebagai salah satu umara yang sangat dekat dengan ulama dan merupakan salah satu tokoh senior NU di Banua yang memiliki jasa besar dalam pembangunan fasilitas umat,” ujar Rektor UNUKASE, Senin (7/9/2026).
Menurut Abrani Sulaiman, salah satu jejak penting pengabdian H. Rudy Ariffin bagi Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan adalah pembangunan Gedung Dakwah NU yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Banua.
“Bagi NU Banua, ketika menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, beliau telah membangun Gedung Dakwah NU yang saat ini menjadi Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan di Jalan A. Yani Km 12.500 Gambut. Ini merupakan salah satu jasa besar beliau yang akan terus dikenang,” ungkapnya.
Rektor UNUKASE juga mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat Kalimantan Selatan untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Wafatnya H. Rudy Ariffin menutup perjalanan panjang pengabdian seorang putra Banua yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk masyarakat dan pemerintahan.