UNUKASE Siapkan Lulusan Go Internasional, Bentuk Migran Center Usai Teken MoU dengan Kementerian P2MI
Banjarmasin-Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin, Selasa (23/6/2026).
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, MSc, mengatakan bekerja di luar negeri memerlukan persiapan matang, baik dari sisi kompetensi maupun karakter. Karena itu, kampus telah merancang berbagai program penguatan soft skill dan pembinaan karakter unggul bagi mahasiswa.
“Sejak awal mahasiswa dibekali kemampuan literasi digital, penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris, serta peningkatan keterampilan dunia industri melalui program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) luar negeri,” ujar Abrani usai penandatanganan MoU.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, UNUKASE berencana mendirikan UNUKASE Migran Center yang akan menjadi pusat informasi, pembinaan, dan pendampingan bagi mahasiswa maupun lulusan yang ingin berkarier di luar negeri.
Menurut Abrani, perguruan tinggi saat ini dituntut mampu mencetak lulusan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global. Untuk itu, UNUKASE telah menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang berfokus pada pencapaian kompetensi lulusan.
Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa diwajibkan memiliki kompetensi spesifik sesuai program studi masing-masing, didukung pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kurikulum OBE memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.
Selain meningkatkan kompetensi akademik, UNUKASE juga memberikan edukasi dan sosialisasi terkait peluang kerja di luar negeri. Kampus berupaya mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang komprehensif dan holistik agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Abrani berharap terbukanya peluang kerja di luar negeri dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dengan mempersiapkan diri sejak dini.
“Semoga para mahasiswa dapat menyiapkan diri sebaik-baiknya sesuai standar kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan industri luar negeri,” pungkasnya.