Uskup Agung Mgr Robertus Rubiyatmoko Pimpin Misa Jubile Kevikepan Semarang

Uskup Agung Mgr Robertus Rubiyatmoko Pimpin Misa Jubile Kevikepan Semarang
Uskup Agung KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memimpin Misa Yubile (foto: Spektroom)

Spektroom-Tidak kurang dari 3000 umat katolik se-kevikepan Semarang mengikuti Misa Jubile di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Randusari Semarang, Kamis (27/11/2025).

Misa dipimpin Uskup Agung KAS (Keuskupan Agung Semarang), Mgr Robertus Rubiyatmoko, didampingi sejumlah pastur/romo yang berkarya di Kevikepan Semarang.

Dalam homilinya Uskup mengatakan, 24 Desember 2024 lalu Paus Fransiskus (alm) telah mencanangkan tahun 2025 sebagai tahun Yubelium/Yobel, tahun rahmat Tuhan. Secara khusus Bapa Paus menjanjikan kepada umat Indulgensi yang membawa dampak.

Dampak yang utama adalah soal pembebasan dan pelepasan dari berbagai macam jerat dan beban menjadi awal pemulihan yang baru.

Tahun Yobel menjadi kesempatan pembebasan dari berbagai hal yang menghimpit, khususnya dari kuasa kegelapan dan kuasa dosa. Tahun pembebasan terjadi pada setiap 50 tahun sekali.

“Inilah salah satu ungkapan yang konkrit sebagai bentuk rahmat Allah yang berlimpah bagi siapapun. Dalam tahun Yobel orang diharapkan mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan”, ujar Uskup.

Uskup Agung menambahkan, indulgensi diberikan supaya umat Allah dipulihkan kembali, dibersihkan dari kuasa dosa dan hukuman dosa yang akhirnya menjadi baru kembali.

Ini merupakan suka cita bagi orang beriman. Langkah pertama untuk mendapatkan indulgensi adalah melakukan pertobatan, yang berarti meninggalkan pola hidup lama yang tidak baik dan melakukan tindakan baru yang baik sesuai dengan kehendak Allah.

Berkaitan dengan tahun Yobel ini, umat menanggapi secara penuh dan suka cita dengan melakukan Peziarahan Pengharapan di tempat-tempat ziarah rohani, termasuk di Greja Katedral Semarang.

Para pastur/romo juga penuh semangat mendampingi umat yang berziarah.

Sementara itu, Vikaris Episkopalis Kevikepan Semarang, Rm Johannes Baptista Rudy Hardono Pr melaporkan, umat Kevikepan Semarang tercatat 105 ribu lebih.

Umat yang berusia 1 hingga 14 tahun tercatat hanya 12 percent, yang merupakan separo dari umat yang berusua 60 tahun keatas.

Umat yang berusia 60 tahun keatas tercatat 21 ribu lebih. Umat yang terbanyak berusia 15 sampai 35 tahun tercatat 35 ribu lebih.

Di tahun Yubelium ini para peziarah pengharapan, sekalipun dalam situasi yang sulit, tetap berharap bahwa masa depan umat dan gereja tidak berdasarkan hitung-hitungan angka tetapi di tangan Tuhan.

"Kita semua bersyukur dalam Misa Yubilium ini umat mendapat berkat apostolik untuk pertobatan dan pengampunan dosa,” ungkap Rm Jahannes Baptista.

Jubile yang tidak hanya dihadiri/diikuti umat Kevikepan Semarang tetapi yang umat Kevikepan lain itu dihadiri pula Kardinal Yulius Darmaatmaja SJ yang pernah menjabat sebagai Uskup Agung Semarang (KAS) dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). (Ye).

Berita terkait