Wagub Kepri Lepas Kontingen Pesparawi Kepri ke Ajang Tingkat Nasional di Manokwari
Batam-Spektroom : Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional ke XIV akan di gelar di Manokwari, Papua Barat pada tanggal 18 hingga 28 Juni 2026.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan tema besar Merajut Persaudaraan untuk Negeri . Peserta yang mengikuti utusan dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi dalam berbagai katagori paduan suara dan musik gerejawi sambil merayakan keberagaman.
Ketika melepas kontingen Pesparawi Kepri, di Golden Prawn Batam, Rabu (17/62026) Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menegaskan Pesparawi bukan sekedar kompetisi seni suara gerejawi, melainkan sarana pembinaan umat yang memiliki nilai spiritual, sosial, budaya dan kebangsaan yang sangat penting.
“Melalui kegiatan ini, nilai nilai keimanan diwujudkan dalam ekspresi seni yang membentuk karakter, memperkuat disiplin, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperat persaudaraan antar umat dan daerah,” ujar Wagub.
Menurut Wagub, dalam kontek pembangunan manusia, pesparawi juga menjadi wahana penguatan modal sosial melalui tumbuhnya rasa saling percaya, toleransi, solidaritas dan kolaborasi yang menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan harmoni bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
Para peserta tidak hanya tampil sebagai kompetitor yang akan menunjukkan kemampuan terbaik dalam seni paduan suara gerejawi, tetapi juga sebagai duta daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau di tingkat Nassional.
“Saudara Saudara tidak hanya hadir sebagai peserta juga sebagai duta daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kebersamaan, junjung tinggi sportivitas, hormati perbedaan dan tampilkan karakter masyarakat Kepri yang santun dan religius,” Pesan Wagub.
Nyanyang menegaskan komitmen Pemprov Kepri dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kerunan umat beragama, serta pelestarian seni dan budaya berlandaskan nilai nilai luhur bangsa.

Komitmen tersebut kata Wagub tercemin dari pencapaian indeks kerukunan umat beragama (IKUB) Kepri tahun 2025 yang mencapai 83,68 poin meningkat dari 82,21 poin pada tahun sebelumnya.
“ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kepri tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas spiritual, moral dan sosial masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementeria Agama Propvinsi Kepri Zoztafia, Ketua LPPD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua Pembina Kristen Protestan Lombok Sihombing. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal dan Kepala Dinas Tenga Kerja Kepri Diky Wijaya.