Wagub Lepas Kontingen Pesparawi Malut ke Manokwari
Ternate-Spektroom : Membawa misi mengharumkan nama daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai kerukunan beragama, kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Maluku Utara dilepas menuju Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari, Papua Barat.
Pelepasan kontingen Perparawi dilakukan Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, di Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Eben Haezer Ternate, Kamis malam (18/6/2026).
Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe menyampaikan bahwa keikutsertaan kontingen Maluku Utara tidak hanya bertujuan mengikuti perlombaan, tetapi juga membawa misi memperkuat kehidupan beragama dan memperkenalkan wajah Maluku Utara sebagai daerah yang harmonis dalam keberagaman.
Menurutnya, nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menjaga kehidupan sosial masyarakat di tengah perbedaan suku, budaya, maupun latar belakang.
Di hadapan seluruh peserta, Wakil Gubernur juga memberikan motivasi agar kontingen Maluku Utara tampil maksimal dan percaya diri selama mengikuti kompetisi di Manokwari. Dirinya menegaskan bahwa setiap peserta harus menjaga kekompakan dan memiliki semangat untuk meraih prestasi terbaik.
"Kalau ikut lomba, targetnya harus juara. Tampilkan kemampuan terbaik dan tunjukkan bahwa Maluku Utara mampu bersaing dengan daerah lain. Jangan hanya hadir sebagai peserta, tetapi hadir untuk memberikan prestasi," pesan Wagub.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kontingen selama kurang lebih satu tahun terakhir. Menurutnya, keberangkatan kontingen Pesparawi kali ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi, LPPD Provinsi hingga kabupaten/ kota, pelatih, pendamping, serta para peserta yang telah menjalani proses pembinaan secara intensif.
Kakanwil juga menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi seni paduan suara, melainkan sarana pembinaan iman dan penguatan pemahaman keagamaan. Melalui berbagai cabang lomba yang dipertandingkan, peserta didorong untuk semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.