Wali Kota Jaksel Syafrin Liputo, Ajak Forkopimko dan DPRD Perkuat Kolaborasi Hadapi Isu Strategis
Jakarta : Spektroom : Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, serta jajaran perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menghadapi berbagai persoalan strategis di wilayah Jakarta Selatan.
Pesan tersebut disampaikan Syafrin saat menghadiri kegiatan Coffee Morning Forkopimko bersama DPRD DKI Jakarta yang digelar di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Menurut Syafrin, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih erat antarinstansi demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Di meja kopi inilah kita dapat melebur sekat-sekat birokrasi untuk satu tujuan, yaitu merajut komunikasi dan menyatukan frekuensi demi kemajuan Jakarta Selatan,” ujarnya.
Ia, menegaskan, Jakarta Selatan sebagai wilayah yang dinamis memiliki kompleksitas permasalahan yang tinggi. Berbagai isu global maupun lokal yang berkembang di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan sektoral atau bekerja sendiri-sendiri.
"Sangat pentingnya membangun ekosistem kerja kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan, hukum, ketertiban umum, kesejahteraan masyarakat, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, dan keagamaan," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syafrin, juga memaparkan sejumlah upaya pengendalian banjir yang terus dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Langkah-langkah tersebut antara lain pembangunan embung dan situ, pembuatan sumur resapan, kerja bakti massal di saluran dan sungai, hingga pemanfaatan teknologi Flood Control System melalui integrasi CCTV untuk memantau ketinggian air secara real time.
Selain banjir, persoalan parkir liar juga menjadi perhatian serius. Syafrin, mengungkapkan bahwa maraknya pengaduan masyarakat melalui media sosial telah menjadi sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah. Ia meminta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan penindakan tegas terhadap pelaku parkir liar serta memperkuat patroli terpadu guna menciptakan efek jera dan menjaga ketertiban ruang publik.
Syafrin, juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Seluruh pihak, mulai dari perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan hingga lingkungan rumah tangga, untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.
Di sektor ketenagakerjaan, ia menyoroti pelaksanaan program padat karya sebagai salah satu langkah mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Seluruh perangkat daerah menjalankan program tersebut secara transparan tanpa adanya praktik titipan maupun intervensi pihak tertentu.
“Kita harus memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Syafrin mengibaratkan dinamika Jakarta Selatan seperti secangkir kopi yang pahit. Menurutnya, berbagai persoalan yang ada dapat menghasilkan solusi terbaik apabila diramu dengan komunikasi yang baik, komitmen yang kuat, dan kolaborasi yang solid.
Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menegaskan bahwa pemerintah harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan sebagian masyarakat. Pentingnya tiga prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, yakni kepastian, kemanfaatan, dan keadilan.
Wibi, juga menyatakan, DPRD DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Jakarta Selatan yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi warganya.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota, Jakarta Selatan akan menjadi jauh lebih baik dan hebat,” pungkasnya.