Walikota Batam: Anak-anak Mainland dan Hinterland Miliki Hak yang Sama Memperoleh Akses Pendidikan Layak
Batam-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuka akses lebih luas melalui program beasiswa sebagai investasi untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerah. Selama periode kepemimpinan Walikota Batam Amsakar dan Wakil Walikota Li Claudia, hingga Juni 2026, sebanyak 205 orang mahasiswa yang sudah menerima beasiswa.
Pada tahun ajaran 2026/2027, berbagai mahasiswa sudah diberikan beasiswa di berbagai universitas ternama di Indonesia seperti UI, UGM, ITS, Unpad, Undip, IPB, ITB dan Politeknik Negeri Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga investasi pada kualitas manusia. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi penting untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing dan menjadi penggerak pembangunan Batam di masa depan.
“Anak-anak mainland dan hinterland memiliki potensi yang sama besarnya. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka memperoleh akses pendidikan yang layak sehingga dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Amsakar, Jumat (7/8/2026).
Pada tahun akademik 2026/2027, sebanyak 13 mahasiswa baru asal Batam dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa Berprestasi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Data tersebut menjadi gambaran meningkatnya daya saing pelajar Batam dalam menembus perguruan tinggi negeri. Selain itu, Pemerintah Kota Batam juga menyalurkan beasiswa hinterland kepada mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sebanyak 32 mahasiswa.
Amsakar menegaskan, program beasiswa tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Batam yakni membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang di Batam.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak ingin keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis menjadi penghalang bagi anak-anak hinterland untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Batam yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena persoalan biaya atau akses pendidikan. Ini merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui lahirnya SDM yang berkualitas,” katanya.

Amsakar berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menjaga prestasi akademik, serta mengembangkan kemampuan dan karakter selama menempuh pendidikan.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa kelak kembali mengabdikan ilmu dan kompetensi yang dimiliki untuk mendukung kemajuan Batam, khususnya dalam memperkuat sektor industri, teknologi, dan ekonomi kreatif.
“Batam membutuhkan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya. Karena itu, kami akan terus memperkuat program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu prioritas pembangunan Batam,” tutup Amsakar.