Wamendagri Bima Arya Hadiri Penutupan Raker APPSI 2026 di Lombok, Fokus Penguatan UMKM dan PAD
Tanjungpinang - Spektroom : Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2026 resmi berakhir di Hotel Marumatta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (17/7). Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto serta 24 Gubernur dan Wakil Gubernur se-Indonesia ini mengusung tema "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah."
Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal selaku tuan rumah, bersama Ketua APPSI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud, menegaskan pentingnya forum ini. Mereka sepakat bahwa APPSI merupakan ruang krusial untuk berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks. Tekanan tersebut datang dari berbagai arah, mulai dari dinamika geopolitik, penyesuaian kebijakan nasional, perkembangan media digital, hingga persoalan hukum.
“Suasana kebatinan seorang kepala daerah memang tidak mudah. Tekanan datang dari berbagai arah, sehingga dibutuhkan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kebersamaan,” kata Bima Arya.
Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar seluruh kepala daerah terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan ini dapat dicapai melalui pengelolaan anggaran yang efektif, penguatan kinerja BUMD dan BLUD, optimalisasi aset daerah, pengembangan kemitraan, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menekankan arti penting penguatan UMKM bagi wilayahnya. Menurut Nyanyang, UMKM berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pelaku usaha, dan perluasan akses pasar produk unggulan daerah.
"Melalui forum APPSI ini kita berharap lahir berbagai kebijakan dan kolaborasi yang mampu mendorong UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Kepri, agar semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujar Nyanyang.
Bagi Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, sinergi antarprovinsi menjadi kunci untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Selain membahas kebijakan strategis seperti transformasi digital, akses pembiayaan, dan kolaborasi dengan lembaga keuangan, Raker APPSI 2026 juga menghadirkan pameran produk unggulan UMKM dari berbagai daerah sebagai bentuk nyata dukungan promosi produk lokal.