Trending

Wamenkop Ajak Agrinas  Koordinasi dan Komunikasi Bersama  di Ruang Publik

Wamenkop Ajak Agrinas  Koordinasi dan Komunikasi Bersama  di Ruang Publik
Wamenkop bersama Dirut Agrinas bahas kordinasi dan kumunikasi diruang publik ( humas kemenkop)

Jakarta - Spektroom: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi bersama dalam menarasikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam menghiasi komunikasi di ruang-ruang publik (media sosial).

"Kita harus lebih intensif lagi dalam berkomunikasi, agar tidak ada missleading di ruang publik," ucap Wamenkop, saat mengunjungi PT Agrinas Pangan Nusantara, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Terlebih lagi, lanjut Wamenkop, antusiasme masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih terbilang cukup tinggi." Bagaimana tidak tinggi, karena dengan adanya Kopdes, masyarakat bisa mendapatkan harga produk dengan harga murah, petani diuntungkan, hingga ada pinjaman mikro produktif di desa-desa dengan bunga rendah" ujar Wamenkop.

Saat Wamen kunjungan ke kantor Agrinas ( humas kemenkop)

"Akhir 2025 lalu, kita pernah lakukan survei yang hasilnya adalah tanggapan masyarakat sangat antusias dan positif. Ini tantangan bagi kita untuk mewujudkan fakta operasionalisasi koperasi yang memang positif," kata Wamenkop.

Oleh karena itu, Wamenkop mengajak Agrinas untuk lebih memperkuat koodinasi, terutama agar tercipta komunikasi bersama di ruang publik. "Jangan sampai ada komunikasi publik yang tidak sama di ruang publik, hingga menjadi viral negatif di masyarakat. Meski tidak banyak, tapi jika dibiarkan bisa membesar yang bisa merugikan tujuan mulia kita," ulas Wamenkop.

Sementara Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota memaparkan simulasi operasional Kopdes Merah Putih di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang dianggap memiliki keunikan karena desanya sedikit dengan jumlah penduduk yang banyak (1.027 juta orang).

Lihat saja, rata-rata per desa disana jumlah penduduknya sebanyak 13 ribu jiwa, karena banyak penduduk pendatang. Lalu, koperasi ini juga menjadi sarana untuk mendistribusikan barang-barang subsidi. "Tujuannya, agar barang subsidi ini bisa langsung dinikmati masyarakat, tanpa ada penyimpangan sasaran," kata Joao.

Joao menambahkan, di koperasi itu selain menjual barang-barang ritel, subsidi, UMKM, juga bakal menjadi offtaker dari produk yang ada di desa tersebut. "Nah, Torasera ini nanti yang menjadi pengendali distribusi untuk bisa menghubungkan barang-barang dari desa ini kepada wilayah lain, baik itu provinsi atau negara lain

Lebih dari itu, kata Joao, pihaknya juga akan memanfaatkan marketplace untuk menghubungkan dengan konsumen masyarakat dunia secara lebih efektif. "Yang pasti, kehadiran Kopdes Merah Putih itu harus menjadi simpul perkuatan ekonomi lokal," ujar Joao.

Berita terkait

Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi berencana memperluas program Smart Sanitation untuk meningkatkan pengelolaan air limbah domestik sekaligus mengurangi risiko pencemaran air tanah. Program berbasis teknologi Aquonic ini mengolah air limbah rumah tangga agar dapat digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi. Respati mengatakan, program tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas