Wamenkop Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Kopdes Merah Putih

Wamenkop Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Kopdes Merah Putih
Farida Farichah saat memberikan pengarahan pada Rapimnas Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Tangsel (humas kemenkop)

Spektroom – Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan untuk itu Wamenkop Faidah Farichah mendorong generasi muda perkuat ekonomi Kerakyatan.melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah saat menghadiri dan memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) 2026 dengan tema “Eratkan Ikatan Rengkuh Masa Depan” di Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026).

Dalam sambutannya, Wamenkop menjelaskan bahwa generasi muda harus menjadi pelopor terbentuknya Koldes Merah Putih.  Karena itu, dia meminta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU bisa mendukung, menggerakkan, dan juga menyuarakan keberadaan program Kopdes Merah Putih kepada para pemuda di lingkup IPNU pusat maupun daerah-daerah.

Wamenkop Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Kopdes Merah Putih ( humas kemenkop)

Wamenkop juga mengajak para pemuda di lingkup IPNU pusat maupun daerah-daerah, untuk ikut bergabung dalam kesuksesan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebab, kata dia, hal itu menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.

Dalam kesempatan itu, Wamenkop menjelaskan pengembangan usaha dari Kopdes Merah Putih. Yakni, ada gerai sembako, gerai obat murah atau apotek desa, gerai kantor koperasi, gerai unit simpan pinjam, serta gerai pergudangan dan logistik.

Wamenkop menambahkan bahwa membentuk dan mengelola Koperasi Desa Merah Putih itu  harus dilakukan secara digital. “Makanya kita lahirkan Simkopdes atau sistem informasi manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sehingga seluruh administrasi, transaksi, jual beli, hingga potensi desanya, harus tercatat secara digitalisasi,” ujarnya.

Berfoto bersama peserta rapimnas IPNU Tangsel ( humas kemenkop)

"Kalau ini digitalisasi desa, maka yang paling bisa mengoperasikan adalah generasi muda. Apalagi digital terus tumbuh dan berkembang." ucap.Faridah.

Menurutnya yang seharusnya menjadi pengurus koperasi itu adalah anak-anak muda. Kenapa? "Jangkauannya luas, pergerakannya tidak terbatas, kreativitasnya tinggi. Semakin kreatif pengurus dan anggotanya, maka peluang usahanya semakin tinggi,” tambah Wamenkop.

Karena itu, kata Wamenkop, peran serta generasi muda dalam pengembangan Kopdes Merah Putih sangat dibutuhkan. Sebab, anak muda dinilai mampu mengemas koperasi lebih menarik perhatian di media sosial. Selain itu, generasi muda bisa menghubungkan koperasi dengan supplier, distributor, melalui platform online.

“Saya kira pelajar atau anak muda itu tidak hanya urusan ilmunya, tapi manajemen potensi usaha ekonomi juga harus dimiliki. Artinya, pemuda harus bisa memanfaatkan momentum dan melihat potensi yang ada di program Kopdes Merah Putih,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menyampaikan bahwa Kemenkop juga sudah menyiapkan platform pembelajaran digital yaitu di  talenta koperasi.id.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Muhammad Agil Nuruzzaman menyambut baik program tersebut. " Saya mengajak kepada para pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama mengajak untuk bergabung dan menjadi bagian dalam program Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di desa dan kelurahan,” ucapnya.

Berita terkait

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Spektroom – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, masih menunjukkan kondisi rawan. Hingga (31/01/2026) malam, lahan yang terbakar dilaporkan masih berasap meski upaya pemadaman dan pemblokiran terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi

Apolonius welly, Rafles