Wamenkop Dorong Kopontren Tingkatkan Layanan Dengan Teknologi Digital
Bandung – Spektroom :Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama para pemangku kepentingan lainnya terus mendorong pertumbuhan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya sebagai basis lembaga ekonomi di lingkungan pesantren.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah menegaskan," sejatinya nilai yang dikembangkan dari koperasi sama dengan yang diajarkan oleh Islam. Di koperasi juga sama, menurut Undang-Undang Dasar 1945, ekonomi adalah usaha bersama yang dibentuk atas asas kegotong-royongan dan kerja sama," kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada acara Rapat Akhir Tahun (RAT) Kopontren Daarut Tauhid, Bandung, Selasa (3/3/2026)
Wamenkop Farida menegaskan bahwa Kopontren bukan hanya sebatas wadah usaha bersama, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan potensi umat.
Wamenkop Farida mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Kopontren agar menjadi lembaga ekonomi umat yang menyejahterakan masyarakat dan mensukseskan program prioritas pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Saya kira hari ini adalah momentumnya mengarusutamakan koperasi dan saya senang sekali ketika Pondok Pesantren juga memiliki ruh atau frekuensi yang sama seperti yang sudah dilakukan oleh Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang hari ini telah melaksanakan RAT yang ke-31," kata Wamenkop Farida.
Dengan potensi yang dimiliki oleh Kopontren tersebut, pemerintah akan terus memperkuat pendampingan hingga kemudahan akses permodalan agar Kopontren mampu bersaing dan tumbuh lebih besar.
“Awareness masyarakat pesantren terhadap koperasi masih perlu ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci dimana literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat koperasi.K operasi harus menjadi jalan barokah, bukan sekadar keuntungan finansial,” ujarnya.
Di saat yang sama Pendiri Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menekankan bahwa koperasi harus membawa nilai barokah.

"Koperasi sejatinya adalah salah satu jalanan untuk membangun karakter akhlak, jadi bukan semata-mata transaksi uang dan barang tetapi bagaimana dengan ada koperasi terjadi perubahan akhlak menjadi lebih baik," kata Aa Gym.
Ia berharap Kopontren Daarut Tauhid dapat menjadi contoh yang baik dalam mensinergikan antara muamalah dengan pembangunan karakter/akhlak yang baik bagi setiap orang. “Istikamah dalam mengelola koperasi adalah perjuangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ketua Kopontren Jawa Barat Komarudin Chalil menjelaskan berdasarkan data tahun 2025, di Jawa Barat terdapat 12.755 pondok pesantren dengan 1.756 koperasi pondok pesantren (kopontren). Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pengembangan koperasi berbasis pesantren. Ia menegaskan bahwa perjalanan koperasi pesantren masih panjang.
Menurutnya, beberapa Kopontren di Jawa Barat sudah menjadi rujukan nasional, seperti Kopontren Daarut Tauhid, Kopontren Al-Ittifaq, Kopontren Muhajirin dan lainnya. Kehadiran koperasi-koperasi tersebut sering diminta tampil dalam berbagai acara sehingga menunjukkan bahwa koperasi pesantren bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi umat.