Warga Nikmati Gratis Jenang Manis Nan Lembut pada Pre even Festival Jenang Solo
Spektroom – Mungkin hanya di Kota Solo Jawa Tengah, warga masyarakat ramai-ramai menikmati jenang (semacam bubur) yang lembut, enak dan manis, ditengah keramaian suasana area Car Free Day (CFD).
Kegiatan itu digelar di perempatan Pasar Pon jalan Slamet Riyadi Solo, sebagai pre even Festival Jenang Solo 2026, ditandai dengan pembagian jenang secara gratis bagi warga masyarakat.
“Saya lagi liburan di Solo, wah seru dan unik ya…. Ada bermacam jenang dibagi-bagi gratis disini. Tadi saya memilih jenang ketan hitam dan kacang ijo,” ungkap Lina warga Bogor Jawa Barat yang sedang menikmati suasana di area CFD, Minggu (15/2/2026).
Ia dan keluarga yang sedang liburan di Solo, mengaku mendapat surprise dengan adanya pembagian jenang tersebut. Apalagi saat seremonial juga digelar tarian dari anak-anak sekolah, sehingga menjadi hiburan tersendiri.
“Keren acaranya, meski di tengah kerumunan orang-orang yang menikmati suasana hari tanpa asap kendaraan ini, namun tetap meriah, ada tarian dan bagi-bagi jenang. Semuanya tertib gak ada yang berebut,” ucapnya.
Dari pengamatan Spektroom di lokasi, terlihat warga masyarakat cukup antusias mengikuti acara pembukaan pre even Festival Jenang Solo di area CFD jalan protokol Kota Solo. Menandai pembukaan kegiatan tersebut, sekitar 15 anak usia SD, semuanya perempuan yang mengenakan kostum tari serba merah, tampil membawakan tarian yang begitu rancak dan ceria, dengan iringan gending Jawa.

Usai digelar tarian, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Jenang Indonesia Dipukusumo dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Maretha Dinar Cahyono, secara simbolis menyerahkan jenang kepada warga.
Selanjutnya warga yang sudah berkerumun dan antre, dengan tertib menerima pembagian jenang oleh panitia. Bahkan sebagian warga yang berolahraga jalan kaki maupun bersepeda, sengaja berhenti sejenak untuk mendapatkan jenang yang enak dan manis tersebut.
Sedangkan petugas cukup sabar melayani, dengan menuangkan jenang dari kuali ke “takir” atau semacam mangkuk terbuat dari daun pisang maupun kertas dan plastik, untuk diberikan kepada warga.
“Saya pilih jenang pathi mas…. Iya terimakasih. Wah manis dan lembut nih jenangnya,” ujar seorang Ibu-ibu yang ikut antre.

Ada empat macam jenang yang disediakan dalam kuali besar, ditata memanjang di meja, meliputi Jenang Mutiara, Jenang Pathi, Jenang Ketan hitam dan Jenang kacang ijo lengkap dengan kuah santan kental.
Sebagaimana disampaikan Ketua Festival Jenang Solo 2026, Heru Dwi Hartanto, pre even tersebut merupakan sosialisasi kegiatan Festival Jenang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-281 Kota Solo.
“Iya, sebagai sosialisasi agar masyarakat mengetahui dan terlibat langsung dalam Festival, guna mengenalkan kembali kuliner tradisional kepada generasi muda,” kata Heru.
Puncak Festival Jenang Solo 2026, digelar pada Selasa, 17 Februari 2026 di Koridor Ngarsopuro Kota Solo, dengan mengusung tema “Nirmala Nusantara”. (Ciptati Handayani)