Warga Resah Harga BBM Eceran Melonjak, Tim Gabungan Turun ke Pasar Darit
Landak-Spektroom: Suasana Pasar Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (20/3/2026), tampak seperti hari biasa. Aktivitas jual beli berlangsung, warga lalu lalang, dan kendaraan keluar masuk kawasan pasar.
Namun di balik itu, ada keresahan yang perlahan terasa—harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer melonjak dan tak seragam.
Sejumlah warga mengaku kebingungan menghadapi harga BBM eceran yang bervariasi, mulai dari Rp13.000 hingga Rp20.000 per liter. Kenaikan ini terjadi di tengah isu kelangkaan yang beredar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kadang kami tidak punya pilihan, apalagi kalau kehabisan di jalan. Terpaksa beli di eceran walau mahal,” ujar seorang warga yang ditemui di sekitar pasar.
Kondisi ini mendorong tim gabungan yang terdiri dari Polsek Menyuke, Koramil 05 Menyuke, pihak kecamatan, dan pengelola SPBU turun langsung melakukan pemantauan.
Mereka menyisir kios-kios pengecer sekaligus memastikan kondisi pasokan di SPBU tetap aman. Di SPBU 66.793.02 Desa Mamek, antrean kendaraan terlihat masih terkendali. Manager SPBU, Asmawadi Celo, menegaskan stok BBM dalam kondisi cukup dan distribusi berjalan normal.
“Tidak perlu panic buying. Stok aman dan kami menjual sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya singkat.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya celah antara harga resmi dan harga di tingkat pengecer. Faktor distribusi, biaya tambahan, hingga spekulasi menjadi pemicu naiknya harga di luar kendali.
Sekretaris Camat Menyuke, Paula, mencoba menenangkan warga. Ia meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum tentu benar.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. BBM tersedia dan tidak perlu khawatir berlebihan,” katanya.
Sementara itu, Sertu Irwanto dari Koramil 05 Menyuke menegaskan pihaknya akan terus memantau situasi dan berkoordinasi lintas sektor. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan.
“Kalau membeli berlebihan, justru akan memperparah keadaan. Antrian makin panjang dan distribusi bisa terganggu,” jelasnya.
Di sisi lain, imbauan tegas juga disampaikan kepada para pengecer. Forkopimcam mengingatkan agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi yang sensitif.
“Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan. Kasihan masyarakat, sementara harga di SPBU masih normal,” demikian pesan yang disampaikan.
Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat memang meningkat. Namun di Menyuke, harapan warga sederhana: ketersediaan BBM yang stabil dan harga yang tetap wajar, agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa beban tambahan.