Wawali Zaini: Sabangau Fest Jaga Warisan Budaya, Gerakkan Ekonomi Lokal
Palangka Raya-Spektroom : Tawa teriak anak-anak, alunan musik tradisional, aroma kuliner dari stan UMKM, hingga warga yang sibuk mengabadikan momen dengan telepon genggam mewarnai kawasan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai, Minggu (12/7/2026). Di tepian hutan gambut yang menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya itu, Pesona Sabangau Fest 2026 menghadirkan ruang perjumpaan masyarakat dengan seni, budaya, alam, dan denyut ekonomi lokal.
Pengunjung dari berbagai kalangan tampak menikmati setiap sudut festival. Ada yang menyaksikan pertunjukan seni, mencicipi kuliner khas, berburu produk kerajinan, hingga sekadar menikmati suasana sore bersama keluarga. Kehangatan itulah yang menjadikan festival terasa dekat dengan keseharian masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Festival yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Komite Seni Budaya Nusantara itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini.
Dalam sambutannya, Achmad Zaini menegaskan bahwa Pesona Sabangau Fest diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan seni, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan dalam satu harmoni. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mendorong geliat UMKM, membuka peluang ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi seluruh elemen pembangunan.
"Festival ini menjadi media untuk memperkenalkan identitas Kota Palangka Raya kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya dan potensi daerah yang kita miliki," ujar Zaini.
Ia mengatakan, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas, merawat kebudayaan, menghormati keberagaman, serta membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.
Karena itu, Zaini mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara semangat gotong royong, memperkuat toleransi, melestarikan budaya lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan Kota Palangka Raya.
"Oleh karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat toleransi, melestarikan budaya lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan bersama-sama membangun Kota Palangka Raya yang kita cintai," katanya.
Di sela-sela pertunjukan, pelaku UMKM tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Beragam produk kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil kreativitas masyarakat menghiasi stan-stan yang berjajar di kawasan festival. Sementara itu, anak-anak, remaja, hingga orang tua menikmati pertunjukan seni yang berlangsung dengan latar panorama alam Kereng Bangkirai.
Suasana tersebut menjadi gambaran bahwa budaya tidak hanya hidup di atas panggung, tetapi juga tumbuh dalam interaksi masyarakat. Festival menjadi ruang bertemunya seniman, pelaku usaha, komunitas, dan warga untuk saling menguatkan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kekayaan budaya dan alam Kota Palangka Raya.
Pembukaan Pesona Sabangau Fest turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan. Festival ini diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menjaga warisan budaya, menggerakkan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat citra Kota Palangka Raya sebagai kota yang harmonis, berbudaya, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (Polin-Purba/ndik)