Wisata Alam Dan Ekowisata Menjadi Destinasi Andalan Lumajang

Wisata Alam Dan Ekowisata Menjadi Destinasi Andalan Lumajang
Air Terjun Tumpak Sewu di kabupaten Lumajang, salah satu destinasi unggulan. (Foto : Dok. Dispar Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang mampu memanfaatkan penguatan wisata berbasis alam (nature-based tourism). Banyaknya destinasi alam yang dimiliki Lumajang menjadi andalan sebagai daya tarik utama bagi wisatawan, termasuk mancanegara.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Lumajang mencatat 22,09 ribu kunjungan wisatawan mancanegara selama periode 14 Maret hingga 5 April 2026. Angka ini menempatkan Lumajang sebagai salah satu daerah dengan kontribusi kunjungan yang signifikan di tingkat provinsi.

Dua destinasi unggulan, Air Terjun Tumpak Sewu dan Teras Semeru, menjadi titik kunjungan utama. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mencatat masing-masing 3.558 dan 1.271 kunjungan wisman pada periode 14–31 Maret 2026.

Capaian tersebut sejalan dengan kecenderungan global. Sejumlah laporan industri pariwisata menunjukkan bahwa segmen wisata alam dan ekowisata mengalami pertumbuhan relatif lebih tinggi dibandingkan wisata konvensional, dengan estimasi pertumbuhan sekitar 10–15 persen per tahun.

Selain itu, pascapandemi, preferensi wisatawan cenderung mengarah pada destinasi yang menawarkan ruang terbuka, pengalaman autentik, serta tingkat kepadatan yang lebih rendah.

Dalam konteks ini, karakter destinasi seperti Tumpak Sewu dengan lanskap air terjun bertingkat serta Teras Semeru dengan panorama pegunungan dinilai memiliki kesesuaian dengan preferensi tersebut.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa kekuatan utama daerah terletak pada kualitas lanskap alami yang dimiliki.

“Yang menjadi daya tarik adalah keaslian alamnya. Tantangannya adalah menjaga kualitas pengalaman tersebut agar tetap konsisten,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Namun demikian, pengembangan wisata alam memerlukan pengelolaan yang terukur. Sejumlah destinasi global menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan tanpa pengaturan yang memadai dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan.

Oleh karena itu, aspek daya dukung kawasan, pengaturan jumlah pengunjung, serta pengelolaan fasilitas dasar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan.

“Pertumbuhan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan yang baik, agar lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Di sisi lain, wisata alam juga memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan mendorong tumbuhnya layanan pendukung seperti pemandu wisata, transportasi lokal, hingga usaha kecil di sekitar kawasan.

Pendekatan ini dinilai relevan dalam konteks pembangunan daerah, karena memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih merata.

Capaian Lumajang menunjukkan bahwa penguatan wisata alam dapat menjadi salah satu strategi pengembangan pariwisata yang adaptif terhadap tren global, selama didukung oleh pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan.

Dari Lumajang, praktik ini memperlihatkan bahwa wisata alam tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga bagian dari upaya membangun sektor pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing. (Yul/Ard/An-m)

Berita terkait

NTB Siap Gelar MotoGP 2026 dengan Semangat Dari Mandalika Mendunia

NTB Siap Gelar MotoGP 2026 dengan Semangat Dari Mandalika Mendunia

Mataram-Spektroom : Nusa Tenggara Barat menatap MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan optimisme tinggi. Seluruh unsur penyelenggara, pemerintah daerah, aparat keamanan, transportasi hingga sektor pariwisata terus memastikan kesiapan masing-masing, dengan satu target yang sama: MotoGP Mandalika 2026 harus terselenggara lebih baik dari tahun sebelumnya dan memberikan dampak yang lebih

Marsam Putrangga, Julianto
Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto
ссс