Wisuda 1.404 Praja, IPDN Cetak Ilmuwan  Pemerintahan dan Profesi Kepamongprajaan

Wisuda 1.404 Praja, IPDN Cetak Ilmuwan  Pemerintahan dan Profesi Kepamongprajaan
Mendagri M.Tito Karnavian serahkan ijazah kepada Wisudawan IPDN. (Foto Capture YouTube Humas IPDN).

Sumedang - Spektroom: Sidang senat terbuka institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN)  Tahun Akademik 2025/2026, dalam rangka wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintah, Program Magister Terapan Studi Pemerintah, Program Doktor Ilmu Pemerintah, Dan Program pendidikan Profesi Kepamongkrajaan berlangsung di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).


Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian dalam orasi ilmiahnya dihadapan seribuan Wisudawan menyampaikan, hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi IPDN, Karena telah mencetak Ilmuwan dibidang pemerintahan dan merupakan kerja keras dari Civitas akademika IPDN.


"Hari ini adalah hari yang membahagiakan baik bagi wisudawan maupun IPDN, karena sudah melahirkan para scientist-scientist atau ilmuwan-ilmuwan di bidang ilmu pemerintahan melalui program belajar mengajar yang cukup panjang,  hasil kerja keras dari teamwork seluruh sivitas akademika" ujar Mendagri Tito Karnavian.

audio-thumbnail
Voice Tito IPDN
0:00
/307.64175

Demikian pula bagi Kemendagri, dan selaku Mendagri Tito Karnavian merasa bangga karena, IPDN merupakan bagian dari Kemendageri. Perguruan Tinggi yang ada dalam lingkup Kemendagri,  salah satu sekolah kedinasan terbesar di Indonesia. 



Lebih dari itu, terus Mendagri Tito bagi Praja  adalah dua titik penting kritikal di akhir masa pendidikan yang cukup panjang juga, minimal empat tahun. 



"Kalian dilantik hari ini menjadi sarjana, menjadi ilmuwan, menjadi seorang scientist dan nanti beberapa saat kemudian akan dilantik menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan 3A di instansi pemerintah dibawah Kemendagri" terang Tito lagi.

 Momentum Wisuda tersebut menurut Tito Karnavian,  sebagai titik awal bagi para Praja untuk meniti karir di Pemerintahan dan pekerjaan di bidang pemerintahan yang akan dijalani adalah profesi. 


"Suatu bidang pekerjaan yang dianggap profesi minimal memiliki empat syarat, pertama harus didasarkan kepada ilmu, disiplin ilmu yang diakui. Yang kedua ilmu itu harus diproleh dalam waktu yang tidak singkat, relatif cukup lama, yang ketiga pekerjaan itu harus memiliki kode etik dan terakhir  keempat pekerjaan itu harus memiliki semangat pengabdian masyarakat" tandas Tito Karnavian.

Sementara diforum yang sama Rektor IPDN Dr. H. Halilul Khairi, M.Si dalam laporannya menyebutkan Tahun akademik 2025-2026 ini, wisudawan seluruhnya berjumlah 1.404 yang terdiri dari wisudawan program doktor sebanyak 45 orang, wisudawan program magister sebanyak 73 wisudawan, wisudawan program profesi Kepamongkrajaan ada 82 wisudawan serta wisudawan program sarjana terapan ilmu pemerintahan 1.204 wisudawan. 


"Sedangkan untuk Wisudawan ilmu terapan Kami laporkan, lulusan dari fakultas politik pemerintahan untuk sarjana terapan, berjumlah 372 wisudawan, program studi politik terapan sebanyak 130 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih atas nama Siti Ifadoh, S.Tr.I.P,  IPK 3,88 dengan predikat dengan pujian, Asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, penerima penghargaan Kartika Sabta Adik Peraja I, Prodi Politik Indonesia Terapan" terang Halilul Khairi.




Selanjutnya Program studi kebijakan publik, sebanyak 125 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh wisudawan  Dewi Ajeng Ayu Farahdila Akbar S.Tr.I.P, IPK 3,83 berdekat dengan pujian atau Komlaut. Asal pendaptaran Provinsi Jawa Timur, penerima penghargaan Kartika Sabta Adik Peraja I Prodi Kebijakan Publik. 


Kemudian Program studi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat sebanyak 117 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh wisudawan  Karina Anggi Simbolon S.Tr.I.P dengan IPK 3,82 predikat dengan pujiam, asal pendaftaran Provinsi Kepulauan Riau, penerima penghargaan Kartika Sabta Adik Peraja I Prodi Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat. 



Sedangkan dari  Fakultas Manajemen Pemerintahan, wisudawan berjumlah 493 orang terdiri program studi administrasi pemerintahan daerah sebanyak 125 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh wisudawan Dewi Mas Januari Setiawan S.Tr.I.P dengan IPK 3,82 predikat dengan pujian asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, penerima penghargaan Kartika Sabta Adik Peraja I Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah. (@Ng).

Berita terkait

Lopes Vivi Kamboja: Dari Resep Warisan Ibu hingga Jadi Buruan Penikmat Senja di Waterfront Pontianak

Lopes Vivi Kamboja: Dari Resep Warisan Ibu hingga Jadi Buruan Penikmat Senja di Waterfront Pontianak

Pontianak-Spektroom : Menjelang sore, ketika cahaya matahari mulai memantul di permukaan Sungai Kapuas, sebuah lapak sederhana di kawasan Waterfront Pontianak ramai didatangi pengunjung. Bukan tanpa alasan. Di tempat itulah Lopes Vivi Kamboja hadir menawarkan kudapan tradisional yang berhasil mempertahankan cita rasa lama di tengah gempuran kuliner modern. Di balik usaha tersebut,

Apolonius Welly, Rafles
Panggung Kehormatan Ajang Balap Motor di GOR Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terluka

Panggung Kehormatan Ajang Balap Motor di GOR Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terluka

Purwokerto-Spektroom : Panggung kehormatan pada ajang balap motor berskala nasional di GOR Satria Purwokerto ambruk, Minggu, mengakibatkan puluhan orang terluka. Sedikitnya lebih dari 30 korban ringan dan 10 luka berat dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit di Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis. Pantauan di lokasi, puluhan ambulans berdatangan dan disiagakan

Bian Pamungkas
Buka LK III HMI Nasional, Gubernur Hendrik Tantang Kader Hadirkan Solusi bagi Krisis Bangsa

Buka LK III HMI Nasional, Gubernur Hendrik Tantang Kader Hadirkan Solusi bagi Krisis Bangsa

Ambon–Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menantang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi tampil sebagai pemimpin yang mampu melahirkan solusi atas berbagai krisis yang dihadapi bangsa. Pesan itu disampaikan Gubernur saat membuka Advance Training (Latihan Kader III/LK III) Tingkat Nasional Badan Koordinasi (Badko) HMI

Eva Moenandar, Rafles