Wujudkan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Halteng Khotbah Moderasi Beragama di GPdI Efata Sidanga
Weda–Spektroom : Dalam upaya memperkuat kerukunan antar umat beragama dan memperkokoh tali persaudaraan di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Penyuluh Agama Kristen, Kristoham Laudea, S.Th, M.Th, menyampaikan pesan rohani yang menyejukkan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Efata Sidanga, Minggu (19/4/2026).
Mengangkat tema besar Moderasi Beragama, Kristoham membawakan sub-tema spesifik Kasih Menutupi Banyak Sekali Pelanggaran. Pesan ini disampaikan di hadapan jemaat sebagai pengingat akan pentingnya menjaga sikap toleran dan inklusif di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan Utama, Kasih sebagai Fondasi Toleransi. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Firman Tuhan mengenai kasih (khususnya merujuk pada 1 Petrus 4:8), Kristoham menekankan bahwa kasih bukanlah sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata untuk menciptakan perdamaian.
"Kasih yang tulus adalah kunci utama dalam moderasi beragama. Ketika kita memiliki kasih, kita tidak akan mudah terprovokasi, melainkan mampu menutupi pelanggaran dan kekurangan sesama dengan pengampunan serta pengertian," ujar Kristoham.
Pengampunan di atas perbedaan, mengajak jemaat untuk tidak memperbesar perbedaan, melainkan mencari titik temu dalam kemanusiaan.
Peran Gereja dalam Masyarakat, Menegaskan bahwa warga gereja harus menjadi agen perdamaian (peace makers) di Halmahera Tengah yang terus berkembang.
Implementasi Moderasi, menjelaskan bahwa menjadi religius berarti menjadi pribadi yang menghargai harkat dan martabat manusia lain tanpa memandang latar belakang.
Kehadiran Kristoham Laudea selaku penyuluh bukan hanya sebagai rutinitas pelayanan mimbar, namun juga sebagai representasi kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam membina mental dan spiritual masyarakat.
Moderasi beragama di Halmahera Tengah diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup yang dipraktikkan oleh seluruh elemen masyarakat, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu jemaat gereja.
Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan kedamaian di Bumi Fagogoru.