Zulhas Menegaskan Koperasi Merah Putih Bisa Bantu SPPG MBG Bisa Angkat Perekonomian Masyarakat

Zulhas Menegaskan Koperasi Merah Putih Bisa Bantu SPPG MBG  Bisa Angkat Perekonomian  Masyarakat
Zulhas usai acara Forum 16 Tahun Kompas 100 CEO Forum di ICE BSD, Tangerang ( humas menkopangan)

Spektroom -  Keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mendukung dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi lebih berdaya.
“Mereka (SPPG) kan nggak bisa dilepaskan begitu saja. Oleh karena itu, dapur akan membeli bahan makanan bakunya dari Kopdes,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ( Zulhas) usai acara  Forum 16 Tahun Kompas 100 CEO Forum di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, Kopdes Merah Putih akan menyerap bahan baku dari masyarakat sekitar dan memasoknya ke SPPG, seperti sayur, buah, hingga gabah./“Untuk membantu agar ekonomi kerakyatan ini bisa berkembang dengan baik. Intinya adalah pemberdayaan sebetulnya,” jelas Zulhas.

"Masyarakat perlu terus diberdayakan dan dibimbing agar bisa menjadi kreatif dan produktif, yang akan menjadi fondasi untuk perekonomian tumbuh tinggi dan maju.“Tanpa kreativitas dan produktivitas yang tinggi, kita nggak bisa maju,” katanya.

Dalam acara yang sama,menkop saat kata sambutan pada Forum 16 Tahun Kompas 100 CEO Forum di ICE BSD, Tangerang.,( humas Kemenkop)

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan sinergi ini dapat berlanjut dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung program prioritas MBG.

Kesempatan yang sama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi mitra utama dalam penyediaan bahan baku bagi dapur MBG. Farida menekankan perlunya konsolidasi agar pelaksanaan program berjalan lancar.

Sebelumnya  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan,  rencana keterlibatan Kopdes Merah Putih dalam program MBG.  Kopdes Merah Putih dapat menjadi agregator atau sistem pendukung SPPG dalam program MBG.

Dengan menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai agregator, diharapkan petani, peternak, dan nelayan di desa dapat lebih terkoordinir, termasuk dari sisi suplai hasil tani, ternak, dan perikanan. Dadan  mencontohkan, satu SPPG rata-rata memerlukan setidaknya 5 ton beras per bulan. Dengan adanya Kopdes Merah Putih di desa yang berperan sebagai offtaker produk hasil desa termasuk beras, diharapkan SPPG akan terbantu dengan ketersediaan bahan baku yang mereka butuhkan untuk MBG.

Berita terkait

Sikat Habis Mafia BBM dan Tambang Ilegal, Polda Kalbar Bongkar 42 Kasus—Kerugian Negara Tembus Miliaran!

Sikat Habis Mafia BBM dan Tambang Ilegal, Polda Kalbar Bongkar 42 Kasus—Kerugian Negara Tembus Miliaran!

Pontianak- Spektroom : Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bergerak cepat memberantas kejahatan di sektor sumber daya alam dan energi. Dalam kurun April hingga awal Mei 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 42 kasus penyalahgunaan BBM subsidi, gas LPG bersubsidi, hingga Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

Apolonius Welly, Buang Supeno
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Batam-Spektroom: Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam mengawasi aktivitas penambangan pasir di kawasan Nongsa, khususnya di sekitar akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa pengawasan dan teguran yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan tata

Rafles