Zulkifli Hasan Apresiasi Pengolahan Sampah Jadi Keramik dan Genteng di Banyumas
Banyumas-Spektroom : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi inovasi pengolahan limbah sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Selasa (1/9/2026).
Dalam kunjungan kerjanya ke Banyumas, Zulkifli Hasan meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah milik Gilang yang memanfaatkan limbah, terutama sampah plastik, untuk diolah menjadi produk seperti lantai keramik, genteng, hingga material sejenis seng.
Gilang mengatakan, kapasitas produksi di Banyumas saat ini masih dalam tahap pengembangan. Fasilitas tersebut mampu menerima sekitar 5 hingga 10 ton sampah sebagai bahan baku setiap hari, dengan hasil produksi sekitar separuh dari volume bahan yang masuk.
“Produksi di sini belum puncak. Input sekitar 5 sampai 10 ton dan hasilnya sekitar separuhnya,” kata Gilang.
Menurutnya, pengolahan sampah dengan kapasitas lebih besar juga telah dilakukan di kawasan Taman Safari Indonesia, Puncak, Bogor. Di lokasi tersebut, pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengolahan organik untuk maggot hingga pemanfaatan plastik dan material lainnya.

Untuk pemasaran, produk berbahan olahan sampah berupa papan atau board telah mulai didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia. Pemasaran dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan impact dan jaringan toko bangunan yang mencapai puluhan ribu gerai.
Sementara sampah seperti botol air mineral dan kardus disalurkan langsung ke industri yang telah bekerja sama, termasuk sektor konstruksi.
Gilang menyebut potensi pengembangan usaha pengolahan sampah masih sangat besar. Saat ini, kapasitas dari pengolahan maggot maupun plastik baru mampu memenuhi sekitar 5–10 persen kebutuhan pasar.
Namun, ia mengakui masih terdapat kendala untuk meningkatkan kapasitas produksi. Salah satu tantangan utama adalah pemilahan sampah sejak dari sumber.
“Ketika sampah sudah terpilah dari awal, otomatis biayanya akan lebih murah dan secara nilai ekonomi lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri koordinasi bidang Pangan. Zulkifli Hasan menilai pemilahan sampah menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu.
Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi maggot, sementara sampah plastik dapat dicacah dan dimanfaatkan menjadi produk seperti ubin dan genteng.
“Kalau itu yang terjadi, persoalan sampah bisa kita selesaikan. Organik sudah diselesaikan dengan dipisah, plastik bisa menjadi ubin dan genteng. Bagus sekali yang dilakukan Gilang, kita akan dukung,” kata Zulkifli.
Selain bisa merubah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini mampu membuka lapangan kerja baru dengan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.