1.043 Warga Diungsikan di Sembilan Lokasi Pengungsian di Padang Panjang

1.043 Warga Diungsikan di Sembilan Lokasi Pengungsian di Padang Panjang
(Foto: Kominfo Padang Panjang)

Spektroom – Sebanyak 1.043 warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat telah diungsikan ke sembilan lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kota, Jumat (28/11/2025).

Dari total tersebut, 404 orang berada di GOR Bancalaweh, 31 orang di Masjid Manarul Ilmi Islamic Centre, 31 orang di SDN 13 PPT, 221 orang di SDN 11 PPT, 37 orang di Masjid Nurul Furqon Tanah Pak Lambik, 25 orang di Mushala Nur Sa’adah Guguk Malintang. Serta sejumlah warga lainnya ditampung di Kantor Lurah Silaing Bawah, Kantor Lurah Pasar Usang, dan SDN 10 PPB.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdako, Ade Nafrita Anas menyampaikan, jumlah pengungsi masih terus bertambah. Selain adanya evakuasi di kawasan Jembatan Kembar, beberapa lokasi lain juga menunjukkan potensi longsor sehingga warga harus diamankan ke tempat lebih aman.

“Hingga kini kita memiliki sembilan lokasi pengungsian. Kita terus memantau dan memfasilitasi kebutuhan para pengungsi. Untuk kebutuhan dasar, alhamdulillah masih tercukupi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan seperti pakaian, makanan, selimut, kasur, karpet, dan kebutuhan lainnya untuk langsung mendatangi lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah, di dapur umum kita juga menerima bantuan dari SPPG Bukit Surungan Yayasan Maju Terus Jaya berupa 200 paket makanan berisi roti, susu, kacang garuda, dan buah-buahan (pisang/salak). Selain itu, ada pula berbagai bantuan lain dari pihak-pihak yang turut peduli,” tambahnya. (RRE/shintia)

Berita terkait

Ketua LKAAM Sawahlunto Dorong Investasi Berkeadilan: Reaktivasi Tambang PT BA Harus Tunduk pada UUPA dan Kearifan Lokal

Ketua LKAAM Sawahlunto Dorong Investasi Berkeadilan: Reaktivasi Tambang PT BA Harus Tunduk pada UUPA dan Kearifan Lokal

Sawahlunto-Spektroom : Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto, Ir. Dahler Dt. Pangulu Sati, menyatakan dukungan terhadap masuknya investasi baru, termasuk rencana reaktivasi tambang batubara oleh PT Bukit Asam (PT BA). Namun, dukungan tersebut disertai sejumlah prasyarat tegas yang menekankan pentingnya keadilan agraria, perlindungan masyarakat lokal, serta penghormatan terhadap

Riswan Idris, Rafles