110 Personel Lemdiklat Polri Diterjunkan ke Kalbar

110 Personel Lemdiklat Polri Diterjunkan ke Kalbar
Personil Lemdiklat Polri yang tiba di Kalbar saat mengikuti Apel penerimaan di Mapolda Kalbar. (Foto: Bid. Humas Polda Kalbar)

Pontianak-Spektroom : Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kalimantan Barat, Polda Kalbar mendapat tambahan kekuatan baru.

Namun kali ini bukan pasukan pemadam atau personel bersenjata yang diterjunkan ke garis depan, melainkan tim edukasi yang bertugas membangun kesadaran masyarakat agar kebakaran tidak terjadi sejak awal.

Pembekalan di Mapolda Kalbar. (Foto: Bid Humas Polda Kalbar)

Sebanyak 110 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri tiba di Kalimantan Barat, Kamis (27/08/2026), dan langsung disiapkan untuk menyebar ke 14 wilayah hukum Polres jajaran Polda Kalbar.

Mereka akan menjalankan misi khusus: memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan.

Tim tersebut terdiri dari 68 mahasiswa program Magister Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), tujuh peserta didik Sespimma Polri, 29 peserta didik Setukpa Polri, empat perwira menengah Bareskrim Polri, serta dua perwira pendamping dari Lemdiklat Polri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif yang kini semakin diperkuat di Kalimantan Barat.

Di saat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan terus dilakukan, aparat juga menilai bahwa pencegahan harus dimulai dari tingkat masyarakat.

Para personel akan turun langsung ke desa-desa dan kawasan rawan karhutla untuk berdialog dengan warga.

Mereka akan menjelaskan risiko membuka lahan dengan cara membakar, dampak kerusakan lingkungan, ancaman kesehatan akibat kabut asap, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku pembakaran.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.

“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta ikut menjaga lingkungan di sekitarnya,” kata Bambang.

Menurutnya, kehadiran tim edukasi di seluruh Polres jajaran diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan-pesan pencegahan hingga ke tingkat akar rumput.

Dengan komunikasi langsung kepada warga, pemahaman mengenai bahaya karhutla diyakini akan lebih mudah diterima.

Polda Kalbar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan lingkungan.

Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin melalui petugas setempat maupun Call Center Polri 110.

Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, pendekatan edukasi ini menjadi salah satu upaya penting untuk memutus rantai karhutla.

Sebab, sebelum api membesar dan asap menyelimuti langit Kalimantan Barat, perang melawan karhutla sesungguhnya dimulai dari kesadaran setiap warga untuk tidak membakar lahan.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti